Khusuk di Dua Tempat

Membaca bab "Ekstase Mi'raj" yang ditulis Salim A.Fillah dalam bukunya "Jalan Cinta Para Pejuang", saya jadi tergoda untuk membandingkan pengalaman shalat saya di dua tempat. di mesjid dan hutan.

Ketika kita melangkahkan kaki menuju mesjid, kita telah siap dengan atribut shalat lengkap. mulai dari baju koko, sarung, kopiah, dan sebagainya. wajah sudah segar setelah tersiram guyuran air. parfum beraroma semerbak. setibanya di mesjid, kipas angin membelai tipis kulit kita. kemudian takbir pertama kita kumandangkan sempurna. begitu nikmatnya. khusuk. sujud kita pun di permadani indah dan wangi, belum lagi bacaan imam yang fasih dan jernih. begitu nikmatnya.khusuk

Bandingkan ketika berada di tengah hutan. malam dan hujan yang menyergap badan. punggung kita menggendong ransel yang berat. pakaian kita kotor setelah bergumul dengan lumpur dalam latihan ketangkasan. kita masih menapaki bebatuan terjal. menanjak. bau belerang menyengat pernapasan. saat itulah panggilan shalat datang. kemudian tanpa dikomando, segera kita tengadahkan tangan untuk meraih air hujan dan mengusapnya pada anggota wudhu kita. segar. kemudian di tengah hujan deras,di tengah rasa letih dan payah, kita merayakan munajat dengan bersajadahkan bebatuan. saat sujud, dahi kita mengenai batu besar yang lancip. terasa sakit, namun nikmat. khusuk. terasa begitu agung karuniaNya. terkadang airmata juga turut menitik. bersenyawa dengan bulir hujan yang membuat badan kita kuyup dan menggigil. namun nikmat. khusuk. sebuah perjalanan panjang dan melelahkan yang masih menyimpan bongkahan rindu yang dicairkan setiap 5 waktu. maka takbir terasa begitu raya. keagunganNya benar-benar tercicipi sempurna.

Maka, khusuk tidak identik dengan busana muslim dan AC pendingin. khusuk tidak identik dengan alunan merdu suara imam. khusuk adalah sebuah makna yang dilekatkan pada jiwa tentang keterpautannya pada sang pencipta ketika ia membina tiang agama.

7 November 2008--Lab kata-kata Rafif
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Khusuk di Dua Tempat"