Akeelah and The Bee

Film yang sangat menginspirasi. Mengisahkan Akeelah, seorang gadis berusia 11 tahun mengikuti kontes mengeja. Mulai dari tingkat sekolah, district, hingga tingkat nasional.

Alur yang menarik. Konflik yang menukik, mengharubirukan perasaan. Mulai dari sedih, bahagia, sedikit kelucuan yang membuat tertawa. Hingga pada puncaknya kemenangan gemilang Akeelah di perlombaan mengeja tingkat nasional bersama pesaing terberatnya, Dylan.

Pada mulanya, Akeelah hanya gadis biasa yang tertarik menonton perlombaan mengeja dari TV swasta. Tapi itu kemudian membuatnya menjadi bagian dari kontestan saat sekolah memilihnya untuk ikut di perlombaan tingkat sekolah. Akeelah menjadi juara. Kemudian ia ikuti perlombaan antar sekolah, kembali Akeelah menjadi juara bersama beberapa orang lainnya. Tantangan semakin berat karena Akeelah akan mengikuti kejuaraan mengeja tingkat district. Ia berlatih keras, di tengah hubungannya yang kurang baik dengan ibunya. Sementara itu ayah akeelah sudah meninggal saat Akeelah masih kecil.

Sekolah menugaskan Dr Larabee untuk melatih Akeelah. Kerja keras Akeelah membuahkan hasil. Ia menang di tingkat district, meski sempat muncul ketegangan karena ibu Akeelah tiba-tiba hadir dan meminta Akeelah turun panggung.

Kemenangan Akeelah membuatnya terkenal. Namun ia harus berlatih lebih keras lagi. Tetapi sesuatu yang mengejutkan terjadi, Dr Larabee tak mau melatih Akeelah lagi. Akeelah harus belajar sendiri, melahap kamus-kamus bahasa latin, yunani, prancis, dan 5000 kartu kata-kata yang telah dibuatkan Dr Bee. Maka, karena kartu-kartu itu Akeelah mendapatkan 5000 pelatih dari mana saja. Setiap orang yang ia temui, ia minta untuk menyebutkan kata dalam kartu, dan Akeelah yang mengejanya.

Hingga saat kejuaraan nasional dimulai. Akeelah tampil sangat cemerlang, bersaing ketat dengan Dylan. Sungguh tak bisa diduga ending dari film ini. Ketika Akeelah sengaja mengeja sebuah kata dengan salah, hanya karena kata itu pernah ia dapat dari Dylan. Kebesaran hati Akeelah disambut pula dengan jiwa ksatria Dylan. Ia pun memutuskan mengeja salah kata itu. Hingga terpaksa juri harus mengajukan kata baru. Keduanya bersaing ketat dan mampu memukau semua hadiran. hingga pada kata yang ke-13, keduanya bisa menjawab dengan sempurna dan itu berarti keduanya dinobatkan sebagai juara pertama kejuaraan mengeja tingkat nasional.

Banyak hal yang bisa dipelajari dari film ini. Tentang bagaimana seorang remaja melewatkan hari-harinya dengan penuh kegigihan untuk sebuah tujuan besar. Saya menyaksikan film ini bersama murid-murid saya di dua sekolah yang berbeda. tampak mereka sangat antusias dan senang sekali.
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Akeelah and The Bee"