The Flowers of War

Sebuah kisah dengan latar pendudukan Jepang atas Nanking yang diceritakan secara apik. Dari sudut pandang seorang gadis biarawati yang menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana peperangan terjadi. Juga bagaimana tentara Jepang membunuh temannya di dalam gereja.

Seorang Amerika datang ke gereja, semula tanpa tujuan jelas. Datang pula perempuan-perempuan pelacur yang mencari tempat persembunyian. Sang bule, para pelacur, dan anak-anak calon biarawati serta seorang calon pendeta telibat kisah yang memilukan.

Jepang meminta gadis-gadis biarawati itu untuk datang ke sebuah pesta yang mereka adakan. Namun sang bule yang didaulat sebagai bapak pendeta oleh para gadis menolak. Tapi Jepang bersikeras. Para gadis hendak bunuh diri karena mereka tak mau untuk kesekian kalinya menjadi korban kebiadaban tentara Jepang.

Demi hutang nyawa dan persaudaraan, para pelacur yang berkali-kali diselamatkan oleh para gadis calon biarawati akhirnya menyamar menjadi gadis-gadis kecil. Arsitek itu semua adalah si laki-laki bule. Dan rencana mereka berhasil. Para gadis bisa keluar dari Nanking dengan selamat.
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "The Flowers of War"