11 Urutan Mencari Ilmu Menurut Ibnu Al-Jauzi

Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim. Hanya saja banyak yang tidak tahu mana yang hukumnya fardhu 'ain dan mana yang hukumnya fardhu kifayah. Ilmu tentang aqidah, ilmu tentang syari'at dan tatacara beribadah, ilmu tentang hal-hal yang diharamkan, juga ilmu tentang akhlak wajib hukumnya dipelajari oleh setiap muslim. Adapun ilmu-ilmu dunia seperti ilmu kedokteran, misalnya, atau ilmu teknik, ilmu matematika, dan lain-lain hukumnya fardhu kifayah, artinya jika sudah ada yang mempelajarinya maka muslim yang lainnya tidak diwajibkan untuk mempelajarinya juga.

sumber gambar: ahlu-tsughur.blogspot.com
Mungkin ada yang bingung juga, diantara sekian banyak ilmu yang ada beserta cabang-cabangnya, mana sih yang perlu dipelajari. Karena tidak mungkin kan semua ilmu kita pelajari semua. Meski kita tahu ada beberapa ilmuwan muslim yang menguasai berbagai macam disiplin ilmu, seperti Ibnu Taimiyah misalnya, Al Biruni, Al Kindi, Ibnu Khaldun, dan lainnya. 

Menurut Ibnu Al-Jauzi, urutan prioritas mencari ilmu dari yang paling penting adalah:

1. Mempelajari cara baca Al-Quran dan menghafalnya
Tentu semua sepakat bahwa setiap muslim harus bisa membaca Al-Quran. Terutama Surah Al-Fatihah, karena surat ini dibaca berulang-ulang dan merupakan bacaan wajib dalam shalat. Menghafal Al-Qura'n pun sangat dianjurkan dan mempunyai banyak keutamaan.

2. Menelaah tafsir Al-Quran
Terjemahan Qur'an terkadang juga disebut tafsir. Jadi paling tidak, kita membaca terjemahan Al-Qur'an agar kita mengerti apa makna dari ayat-ayat yang kita baca. Lagipula, Al-Quran adalah petunjuk, tapi bagaimana bisa memberi kita petunjuk jika kita tak tahu isinya.Jika ingin lebih mendalami lagi, sangat dianjurkan membaca kitab-kitab tafsir seperti tafsir Ibnu Katsir, Fi Zhilal karya Sayyid Qutb, tafsir Al Azhar karya Buya Hamka, dan yang lainnya.

3. Mempelajari qiraah sab'ah
Yang ini mungkin sering terlupakan. Saya sendiri kaget mengetahui bahwa di urutan prioritas ketiga adalah mempelajari qira'ah sab'ah. Qira'ah sab'ah adalah cara membaca Al-qur'an yang berbeda-beda. Berbeda dalam hal pengejaan, panjang-pendeknya nada, penipisan-penebalan nada, dan lain-lain.

4. Menelaah ilmu nahwu dan ilmu-ilmu bahasa
Ilmu nahwu tentu berkaitan dengan bahasa Arab. Mempelajari bahasa Arab memang sangat dianjurkan, sebelum mempelajari bahasa-bahasa lainnya.

5. Menelaah kitab-kitab induk hadis (kitab shahih, musnad, sunan)
Prioritas utama adalah kitab shahih Bukhari dan Muslim. Bisa juga Kitab Hadis Arba'in karya Imam Nawawi. Dalam kitab ini, Imam Nawawi sudah mensarikan dari ribuan hadis yang ada hingga tinggal 40. Jika saja kita menghafal dan menelaahnya, maka seakan-akan kita bisa memahami intisari dari ratusan hadis lainnya.

6. Mempelajari ilmu hadis
Mungkin termasuk di dalamnya mempelajari sanad, perawi, derajat keshahihan, dan lain-lain. Jujur, saya sendiri dalam hal ini masih sangat buta.

7. Menelaah buku-buku sejarah
Dengan belajar sejarah, terutama sirah Rasulullah, kemudian sahabat-sahabat beliau, periode kekhalifahan hingga runtuhnya turki utsmani. Juga yang berkaitan dengan sejarah pra-Islam hingga konspirasi musuh-musuh Islam serta bagaimana Islam mencapai kegemilangan dan kemudian kemunduran umat Islam seperti saat ini.

8. Mempelajari ilmu fikih (fikih semua mahzab dan fikih khilaf)
Sebagai rujukan, saya merekomendasikan Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq. Di dalamnya dibahasa juga mengenai masalah khilafiyah dan perbedaan diantara empat mazhab besar yang diakui oleh umat Islam.

9. Mempelajari ushul fiqih dan ilmu faraid
Ilmu ushul adalah ilmu pokok, yang mempelajari tentang kaidah-kaidah fiqih. Ilmu faraid adalah ilmu waris, yang sebenarnya juga dibahas dan masuk dalam bab fiqih. Jika membaca tafsir Al-Quran pun akan kita temukan pembahasan masalah waris ini.

10. Mempelajari pokok-pokok kandungan ilmu tauhid
Ternyata Ibnu Al-Jauzi meletakkan ilmu aqidah di urutan kesepuluh. Sebagian ulama justru menganggap ilmu ini yang paling penting untuk dipelajari terlebih dahulu. Mungkin karena sebenarnya Ilmu Aqidah juga sudah kita dapatkan saat menelaah terjemah dan tafsir Al-Qur'an.

11. Menulis buku
Menulis buku oleh Ibnu Al Jauzi dimasukkan ke urutan kesebelas dalam mempelajari ilmu. Artinya, menurut beliau, mungkin, setelah mempelajari kesepuluh ilmu di atas barulah seseorang dituntut untuk menulis dan menyampaikan kembali ilmu-ilmu yang ia peroleh sebagai bentuk tanggungjawab dan menjadikannya terus eksis dan berkembang.

Demikian kesebelas urutan mencari ilmu menurut Ibnu Al-Jauzi. Sudah sejauh mana kamu mempelajarinya? (rafifamir.com)
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "11 Urutan Mencari Ilmu Menurut Ibnu Al-Jauzi "