Air Mata Cinta

Kau tahu apa itu cinta? kau menenggelamkan dirimu pada airmata (Helvy Tiana Rosa)

Apa itu cinta? Meski semua orang merasakan kehadirannya, namun ternyata masih banyak yang bertanya-tanya, hakikat cinta yang sesungguhnya. Seakan tak pernah puas, mereka berusaha menguak lapis demi lapis rahasia yang terkandung dalam cinta. Tapi terkadang mereka tak mendapatkan apa-apa. 

Seperti kata Helvy Tiana Rosa, cinta menenggelamkanmu dalam air mata. Seperti Rabi'ah Al Adawiyah yang mencintai Tuhannya dengan sangat. Cinta membuatnya selalu menangis dalam munajat. Tetapi tangis itu bukan tangis kehampaan, bukan tangis kesedihan. Apa yang ia tangisi adalah nikmat berkhalwat dengan Tuhan, sebuah percintaan yang indah. Seperti saat kau menangis karena berjumpa dengan kekasih yang telah lama dirindu atau justru saat didekap rindu itu sendiri. 

sumber gambar: gayatasi.com
Maka jika kau masih bertanya tentang apa itu cinta, tanyakanlah pada dirimu, pada relung hatimu yang terdalam. Tak perlu mencarinya dalam quotes para pujangga, atau cerita cinta para sastrawan dunia. Dirimu sendiri yang akan menjawabnya. Untuk siapa kau menangis? apa yang kau tangisi? itulah cinta yang kau miliki. 

Jika kau menangisi dunia yang hilang, maka di sanalah cintamu kau letakkan. Jika kau menangisi imanmu yang berkurang, ibadahmu yang lalai, maka sesungguhnya kau telah menyelam dalam lapis cinta yang lebih dalam. Jika kau menangisi kerinduan untuk sebuah perjumpaan yang agung, maka kau telah berada dalam lapis cinta terdalam.

Cinta, adalah tangis yang mengalirkan kebahagiaan. Air mata yang mengucur dari rasa syukur. Cinta benar-benar akan membuatmu tenggelam, sehingga segala nikmat yang diserap jasad terasa tak lebih nikmat dari mencintai. 

Lalu apa itu cinta? pertanyaan itu tak akan pernah tuntas kau jawab lewat ribuan kamus atau ensiklopedi, tak akan selesai lewat membaca ribuan buku dan mendengar ratusan lagu. Tak pula kau temukan dalam syair dan kisah-kisah macam Romeo-Juliet, Qais-Laila. Kau hanya butuh waktu tiga puluh menit, pejamkan mata, merenung. Lalu menangis, biarkan airmatamu tumpah. Teruslah, terisak. Rasakan cinta itu hadir, menyesaki dadamu, biarkan memuncak. Hingga pada saatnya, kau merasakan ketenangan yang tak pernah didapat sebelumnya. Perasaan damai, seolah baru saja sesuatu yang besar dan menindihmu telah dilenyapkan. Apa yang kaubayangkan, apa yang kau pikirkan itulah cinta yang sesungguhnya. (@Rafif Amir)

loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Air Mata Cinta "