Carrie

Carrietta White, seorang gadis SMA di kota Chamberline, mendapati haid pertamanya seusai kelas olahraga Miss Desjardin. Ia menjadi bahan olok-olokan teman-temannya, mengejeknya dengan sangat keterlaluan. Carrie mengira ia akan mati karena pendarahan yang ia alami. Carrie menjerit, dan kemampuan telekinesis-nya meledakkan bola lampu di kamar mandi.

Itu peristiwa pertama. yang menjadi pemicu penting bagi rangkaian kejadian berikutnya, yang akan membuat jantungmu berdetak kencang. sebuah malapetaka besar. peristiwa mengerikan yang akan membawamu pada puncak kehancuran. kehancuran kota Chamberline.

Miss Desjardin menghukum anak-anak yang mengejek Carrie dan melarang mereka menghadiri pesta musim semi, pesta dansa yang ditunggu-tunggu oleh semua siswa. Tentu sebagian dari mereka tak bisa menerima perlakuan itu. Dua diantaranya adalah Chris dan Billy. Sepasang kekasih ini menyembelih dua ekor babi dan mengambil darahnya, ditampung dalam ember. Mereka mempunya rencana: memberi pelajaran bagi Carrie yang telah menjadi penyebab mereka diskors dan dilarang ke pesta.

Carrie dan Tommy yang sedang menikmati kebahagiaannya di malam pesta musim semi, menjadi raja dan ratu-ratuan, tiba-tiba dikejutkan dengan ember yang tumpah dari atas. Darah! Ya, darah mengguyur dan membahasi gaun Carrie. Semua orang tertawa, menertawakannya. Carrie berlari keluar, meninggalkan pesta yang mengingatkannya pada peristiwa di kamar mandi, seusai kelas olahraga. Saat ia dipermalukan demikian hebatnya.

Tak ada yang mampu menghalangi Carrie yang marah, marah yang mencapai puncaknya. Ia menggunakan kemampuan telekinesis-nya, dan yang terjadi kemudian adalah kehancuran. Sekolah yang terbakar, menjalar ke luar, ledakan-ledakan, tabrakan-tabrakan di jalan raya. Chamberline menjadi gelap dan merah. Ratusan orang kehilangan nyawanya. Dan Carrie. Carrie juga. Margaret, ibunya, menusuknya dengan pisau sepulang ia ke rumah. Carrie, kata Margaret adalah anak yang lahir dari kebiadaban seorang lelaki yang memperkosanya. Saat itu juga, Carrietta White dengan kemampuan telekinesis-nya menghentikan detak jantung mamanya. Margaret tewa. Carrie berlari sempoyongan di jalan, melihat Billy dan Chris yang hendak lari ke luar kota. Tapi terlambat, Carrie menghempaskan mobil yang mereka kendarai. Seketika, mereka mati. Dan Carrie, seakan ia puas, menuntaskan dendam dan sakit hati, untuk kemudian menyusul mereka, orang-orang yang telah ia renggut nyawanya dengan kekuatannya itu.

Selain cover yang keren, novel ini menyuguhkan cerita keren layaknya menonton film Final Destination. Tapi tak direkomendasikan dibaca anak usia pelajar. Konon, novel ini dilarang edar di sekolah-sekolah di Amerika Serikat. Mungkin karena banyak mengandung unsur kekerasan, terutama kekerasan mental, yang tercermin pada teman-teman Carrie. Terbit pertama kali tahun 1974 dengan jumlah eksemplar sekitar 30.000. Novel ini menjadi salah satu kaya besar Stephen King yang tak terlupakan.

Saya juga masih penasaran untuk menonton filmnya. Seberapa jauh film itu merefleksikan imajinasi saya selama membaca novel seram ini. Carrie yang digambarkan bulat, seperti kodok merah saat melompat dari panggung pesta dengan gaunnya yang penuh darah. Bagaimana pula sosok Sue, yang terlupa saya ceritakan, ia yang merasa menyesal telah mengolok-olok Carrie dan memohon pada Tommy, pacarnya, untuk menemani Carrie, sebagai bentuk menebus kesalahan. Dan Sue yang benar-benar tidak hadir dalam pesta, hanya dapat melihat kobaran api dari kejauhan. Malapetaka yang merenggut habis kota Chamberline.

Book Review #54. Review Carrie. Gramedia, C1, 2013. 253 halaman. Karya Stephen King
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Carrie"