FLP Jogja Ternyata FLP Jatim juga!

Ada yang protes kalo saya menyebut FLP Jogja. Yang bener, katanya, FLP Yogya. Sampai-sampai kami berdebat perkara ini. Sebenarnya perdebatan yang tak penting, tapi tak apalah, biar perjalanan gak garing. Saya keukeuh menyebut FLP Jogja karena alasan lebih enak diucapkan. Yang protes menyinggung soal EYD. Hahaha...

Baik, soal perjalanan nanti akan diceritakan di lain kesempatan. Karena perjalanan Surabaya-Yogya-Solo-Surabaya yang panjang maka butuh berpanjang kata pula menuliskannya. Sekarang saya ingin fokus pada pertemuan antar dua sejoli, eh FLP Wilayah ini. FLP Jogja (biarlah saya tetap menyebutnya begitu) dan FLP Jatim.

Pertemuan itu dimulai pukul 7 pagi di Wisma PU, tempat kami, rombongan FLP Jatim, menginap. Meski demikian sebenarnya sudah lama kami bertemu di dunia medsos. Saya mengenal sang ketua, Muji dan Rezha, dari divisi media dan jaringan. Nama terakhir ini yang sering mengontak saya perihal agenda silaturahim FLP Jatim. Nampaknya mereka sangat senang dengan rencana kunjungan ini. Rencana awal, kami mau dibawa jalan-jalan ke pantai, tapi mungkin karena melihat sikon, dan hal lain akhirnya dibatalkan.

Rezha dan dua orang temannya menjemput kami di Wisma PU, "mengawal" sampai tiba di Masjid UIN Sunan Kalijaga. Di sana kami disambut dengan sangat antusias oleh teman-teman FLP Jogja yang lain. Pemandangan halaman dan bagian dalam masjid yang sejuk seakan menambah kesejukan saat kami bertemu dan kemudian duduk melingkar.

Sesi pertama, dimulai dengan sambutan dan perkenalan. Maaf, saya berusaha mengingat nama-namanya tapi rupanya gak berhasil. Soal menghafal nama-nama kenalan baru saya memang tergolong payah. Sekali lagi maafkan. Saya hanya mengingat Rezha dan Muji (karena kebetulan kontaknya ada di hp. Hehe). Ada lagi mas-mas sang penyiar radio, ada mbak dokter hewan, ada mbak yang asal pacitan, ada juga yang dari malang, dari Trenggalek... sebentar, sebentar. Ini FLP Jogja yang seolah-olah FLP Jatim ya. Rata-rata mereka masih kuliah. Jadi langsung kami todong, kalau sudah lulus yang asalnya dari Jawa Timur bentuk FLP di daerahnya, atau kalo yang sudah ada FLP-nya bisa langsung gabung biar tambah rame.

Perkenalan selesai. Berlanjut sesi sharing. Ternyata, tidak hanya personil pengurusnya yang berjodoh dan dekat, program-program FLP Jogja pun ada beberapa kesamaan dengan program FLP Jatim. Meski yang berbeda jauh lebih banyak. Hehe.

Kepengurusan FLP Jogja yang dikomandani Mbak Muji ini baru terbentuk. "Baru bulan April 2015 kemarin," kata beliau. Lebih lama sedikit dari FLP Jatim yang baru terbentuk akhir Agustus 2015. Bedanya, FLP Jogja belum memiliki satu pun cabang, sementara FLP Jatim sudah memiliki 12 cabang yang aktif. Diskusi dan sharing pun semakin mengalir. Kami saling berbagi dan menginspirasi.

"Salah satu program FLP Jatim adalah jalan-jalan, disesuaikan dengan hobi pengurusnya, ya seperti ini contohnya. Hehe," kata Mbak Zie menimpali. Rupanya Mas Rezha langsung menangkap dan mengatakan terinspirasi. "Kalo begitu nanti kami akan buat program jalan-jalan juga," sambutnya mantap.

Program lain, kalau FLP Jatim punya rapot pengurus yang harus diisi setiap pekan dan disetor setiap bulan, FLP Jogja punya yang namanya kartu biru yang fungsinya mirip dengan rapot. FLP Jogja juga mengadakan TFT secara berkala, kalau di Jatim namanya upgrading. Beda nama saja, intinya sama. Mereka juga mengadakan sanggar menulis cahaya bekerjasama dengan perpustakaan kota.  Ada juga forum kepenulsian dan club. Untuk pendanaan, rupanya mereka punya proyektor yang disewakan. Hasilnya lumayan bisa buat menambah pemasukan kas. Selain itu juga lewat proyek karya tulis yang diadakan kampus juga dari kelas menulis di sekolah-sekolah.

Di FLP Jogja, ada empat bidang/divisi: kaderisasi, media jaringan, CWC (creative writing center) dan satu lagi.... maaf, saya lupa. Hehe... karena belum ada cabang, otomatis kaderisasi di FLP Jogja ini menangani langsung proses rekruitmen anggota baru. Ada beberapa rangkaian oprec yang harus dilalui oleh calon anggota sampai kemudian dinyatakan benar-benar resmi tercatat sebagai anggota. Mulai dari pendaftaran, proses seleksi, hingga acara PDKT (semacam pertemuan awalan untuk calon anggota). Setelah menjadi anggota, nantinya juga akan ada Forum kepenulisan dan Club sesuai jenjang anggota.

Tim FLP Jogja rupanya juga banyak yang punya ketertarikan di bidang seni peran. Mereka menggarap film-film pendek untuk diproduksi dan diikutsertakan dalam lomba. Artis dan sutradaranya juga hadir dalam pertemuan itu.

Kira-kira 2 jam lebih kami berbincang, sebelum akhirnya mohon diri. Karena harus melanjutkan petualangan. Yeeaaa. Bisa dibaca di sini. 

Sebelum berpisah, tentu kami tak akan melupakan yang satu ini. Ya, foto-foto. Berikut hasil penampakannya.




Perlahan, kami meninggalkan masjid UIN Sunan Kalijaga, sambil membawa oleh-oleh gudeg dari FLP Jogja. Alhamdulillah, rupanya Allah mengabulkan doa seseorang yang semalam ngidam gudeg. Hehe... (@RafifAmir)


loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "FLP Jogja Ternyata FLP Jatim juga!"