Journey to Sumbawa Part 1: Berlayar ke Gili Rakit

 Dari desa Labuhan Jambu, kecamatan Tarano, butuh waktu sekitar 45 menit untuk sampai ke Gili Rakit, pulau kecil yang terletak di Sumbawa Besar. Kami pun berlayar dengan perahu sambil sesekali mengambil gambar pemandangan alamnya yang keren abis. Laut yang bening kehijauan hingga karang-karang yang ada di dalamnya dapat terlihat jelas. Pulau-pulau kecil di sekelilingnya yang seakan membentuk lingkar cincin mengitari lautan.

Waktu masih menunjukkan pukul 10 pagi saat kami sudah tiba di tempat tujuan. Saya yang sengaja memakai batik dan gak bawa baju ganti karena memang tak ada niat berbasah-basah ria, ternyata gak bisa menahan diri saat melihat asyiknya ponakan-ponakan kecil nyemplung, berenang, dan bermain air. Apalagi anak saya juga pengen ikut. Jadilah saya mandi dan main bersama mereka. Segar sekali rasanya. Tapi lebih asin dari air laut pada umumnya. Atau mungkin karena saya sudah agak lama gak mandi di laut ya? hehe.

Suasanya ramai sekali. Ponakan-ponakan ada yang berburu ubur-ubur, ada yang nangis karena kelelep dan nelan air, ada yang bermain pasir dan buih di pantai. Buihnya banyak dan putih bersih. Bapak-ibu mertua hanya melihat dari kejauhan sambil menikmati camilan. Sepasang penganten baru sibuk pacaran sambil foto-foto. Gili Rakit seakan-akan baru terbangun dari tidur lelapnya dan disambut pesta. Ya, karena memang tak banyak wisatawan yang ke sana. Lha wong, Bu Masnah, orang Sumbawa asli yang mengantar kami ke Gili Rakit saja mengaku baru dua kali menginjakkan kaki di sana.

Puas bermain, menikmati bening dan segarnya laut Sumbawa, kami pun kembali pulang. Ponakan-ponakan membawa oleh-oleh batu-batu karang. Hari sudah siang. beberapa menit lalu adzan dhuhur terdengar dari handphone. Riak yang semula sangat tenang, pun mulai besar. Air laut mulai pasang dan menyapu sebagai pantai tempat sebelumnya kami duduk menikmati pemandangan sambil menguyah camilan.

Sepanjang perjalanan pulang, cipratan air laut dari bawah perahu yang berlayar dengan kecepatan sedang membasahi saya dan penumpang lainnya. Sebagain lagi tak menyadarinya, karena sudah lelap tertidur.

Menutup perjalanan, kami makan ikan laut dari sebuah rumah di bibir pantai, tempat kami berangkat. Dari sana terlihat perahu-perahu yang sedang bersandar. Dan Gili rakit yang tampak kecil, seakan memanggil kami untuk kembali.

Ohya, ada terlupa. Saya baru tahu kalau di Gili Rakit terdapat Batu Sunkis Dancer yang harganya lumayan mahal. Sayang, gak sempat berburu :-)
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Journey to Sumbawa Part 1: Berlayar ke Gili Rakit"