Journey to Sumbawa Part 3: Pantai Baru

Bagi saya, Pantai Baru sesungguhnya tak istimewa. Saya tiba di sana saat matahari telah bergeser ke arah barat, kira-kira setengah dua siang. panasnya luar biasa. Tapi tak lama kemudian, awan-awan kelabu sedikit memayungi.

Di sepanjang bibir pantai berjejer perahu-perahu yang ditambatkan. Bagi yang suka wisata kuliner, ada juga gazebo tempat untuk menikmati makanan dan minum yang dijajakan sambil sesekali menikmati desir angin yang berhembus. Saya cukup mencicipi kelapa muda saja.

Ombak lautnya cukup besar. Tentu jauh lebih besar dari Pulau Rakit. Tapi masih ada saja anak-anak yang berenang tanpa rasa takut tenggelam. Mungkin mereka sudah terbiasa melawan ganasnya gelombang. Hehe. Sebagian lagi memilih mencari yuyu yang banyak berlarian di sekitar pantai.

Mungkin satu-satunya yang menarik adalah, Pantai Baru adalah semacam pintu gerbang untuk berlayar menuju Pulau Moyo, destinasi wisata utama Pulau Sumbawa. Dari Pantai Baru, Pulau Moyo bisa terlihat jelas dengan mata telanjang. Sayang, waktu berkung ke Sumbawa sudah habis. Jadi, Pulau Moyo hanya menjadi impian masa depan saja :D

Baiklah, karena tak banyak yang spesial untuk diceritakan, sebelum pulang saya menyempatkan diri berfoto di rumah panggung yang sepertinya baru selesai dibangun. Letaknya bersebelahan dengan deretan gazebo. Kami pun pulang dan
bersiap terbang kembali ke tanah Jawa esok hari.
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

2 Responses to "Journey to Sumbawa Part 3: Pantai Baru "

Nun Urnoto El Banbary mengatakan...

ini pak ketua jalan2 ke mana aja sih???

Rafif Amir mengatakan...

Sumbawa