Kemana Mencari Modal Bisnis?


Banyak orang yang bingung mencari modal untuk memulai atau mengembangkan bisnis. Ada yang menghutang ke sana-ke mari. Padahal kemudian hutang yang harus dibayar tidak sebanding dengan pemasukan yang diperoleh. Cicilan bulanan melangit, sedangkan laba tiap bulan jauh di bawahnya.
ilustrasi: duniaprofesional.com

Ada juga yang sibuk mencari investor, sedangkan ia tahu gak punya kemampuan komunikasi yang bagus, tak punya teman-teman pengusaha yang 'kelebihan dana'. Waktunya habis untuk muter-muter mencari modal ke sana-ke mari.

Cobalah cara sederhana ini. Modal itu sangat dekat denganmu. Ya,uang yang kamu miliki saat ini. Bukan tabungan, bukan pula sisa belanja bulanan. Tapi uang makan bulananmu bersama anak-istri. Gunakan itu untuk modal!

Kau akan menemukan semangat berlipat-lipat untuk bersungguh-sungguh dalam bisnismu. Maka modal kecil itu akan menjadi berlipat-lipat pula. Ya! tantangan yang membuat kau tampak sangat berkeringat. Karena jika tidak kau kumpulkan uang dalam waktu cepat kau harus rela melihat anak-istrimu--termasuk dirimu sendiri--kelaparan. Inilah tantangan terbesarnya!

Memperbesar Resiko

Sebagian orang memilih menghindari resiko dalam bisnis. Maka kemudian mereka bisnis kecil-kecilan dari uang sisa. Sebenarnya tidak masalah, tapi saya yakin semangat dan kerja keras untuk menjalankan bisnis itu juga tak seberapa. Berbeda ketika kau menciptakan resiko, bahkan memperbesar resiko itu. Seperti yang telah saya contohkan tadi. Saya sudah mempraktekkannya. Kita buat target dan harus ada resiko jika target tak tercapai. Dengan cara seperti itu, potensi tersembunyi dalam dirimu akan keluar, akan meledak. Tapi jika target sudah tercapai, ada kelegaan, kepuasan dan kebahagiaan yang luar biasa.

Menghindari Hutang

Jika tak berhati-hati hutang bisa menjeratmu. Bukan berarti saya anti hutang. Yang ingin saya sampaikan sebelum memutuskan untuk berhutang baik pada personal, bank, atau lembaga kredit lain, sebaiknya dipertimbangkan dan dipikir masak-masak. Harus ada kalkulasi yang jelas antara pemasukan yang didapat dan cicilan yang harus dibayar tiap bulan. Saya ada teman, yang pinjamannya di bank sudah sangat banyak. Bahkan dia pinjam uang di beberapa bank. Memang, semua uang itu ia gunakan untuk bisnis. Tapi ia tak bisa berhitung dengan cermat, sehingga laba bersih yang ia dapatkan pun tak bisa menutupi cicilan bulanan. Kalau sudah begini, modal yang didapat alih-alih memperbesar bisnis malah bikin bangkrut. Setelah ia terjerat dalam hutang itu, maka ia akan berhutang lagi untuk menutupi hutang satunya. Begitu terus. Ya, gali lobang tutup lobang. Nah, dengan cara yang saya sampaikan tadi, kita usahakan tidak berhutang. Modal murni dari kantong pribadi. Tapi jika menurutmu berhutang ke bank lebih menantang karena dikejar-kejar debt collector, ya mungkin pinjam uang ke bank lebih baik :)

Tidak Boros

Cara yang saya sampaikan tadi juga sangat bermanfaat untuk mengatur pengeluaranmu. Karena biasanya bagi sebagian orang, pertama kali dapat gaji langsung dihabiskan, setelah lewat tengah bulan dan memasuki tanggal tua kebingungan sendiri. Uang yang kamu putar untuk modal bisnis tentu akan kembali setelah terjadi transaksi penjualan. Sebagian kamu gunakan saja untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi jangan lupa, tetap harus ada pembukuan yang jelas. Berapa modal yang sudah kembali, berapa laba bersih setelah dikurangi biaya-biaya. 


Jadi, tak perlu bingung lagi. Mulai saat ini, sulap apa yang kau miliki meski kecil, dan jadikan ia besar dengan kesungguhan ikhtiar serta doa yang menguatkan.

Selamat mencoba! (@RafifAmir)

loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Kemana Mencari Modal Bisnis?"