Ketika Akhwat Terpaksa Menghapus Mimpi Indahnya

Saya kira setiap akhwat pasti menginginkan suami yang shaleh. Tetapi jika kenyataannya, ia menikah dengan seorang laki-laki yang kurang baik agamanya, kemungkinan besar ada sesuatu hal yang melatarbelakanginya. Dari banyak kasus yang terjadi, sebagian besar disebabkan kesalahan orang-orang di sekitarnya atau faktor-faktor eksternal lain yang diantaranya akan saya sebutkan.

Bisa jadi, karena orang tua yang mengutamakan besarnya penghasilan, pendidikan, atau status sosial si calon suami daripada keshalehan. Mungkin karena tak kunjung ada ikhwan yang berani mengkhitbahnya sedangkan keinginannya untuk menggenapkan separuh agama sudah tak terbendung lagi. Mungkin pula karena ia sudah terlanjur menjadi buah bibir masyarakat, sedangkan usahanya mencari sang pangeran selalu berbuah penolakan dengan alasan-alasan keduniawian. mungkin juga kesalahan orang yang sanggup berpoligami tapi enggan karena takut istri, padahal ia tahu tak layak membiarkan mudharat terjadi. Dan sederet kemungkinan lain.

Jadi jangan sekali-kali menggunakan dalil "wanita yang baik hanya untuk laki-laki yang baik" atau "laki-laki yang baik hanya untuk wanita yang baik" jika kita tidak mengetahui sama sekali kebaikan si wanita. Itu malah menyakitkan. Ia telah berjuang untuk memantaskan diri menjadi wanita shalehah, dengan kesabaran yang indah, menunggu saat yang paling sakral dalam hidupnya: menuju pelaminan bersama suami impian, suami terbaik yang ia rindukan. Tapi ternyata, kitalah yang merusak semua perjuangan dan impian itu. Baik kita sebagai orang tua, teman, keluarga, dan lain sebagainya.

Memang pada akhirnya kita akan berbicara tentang takdir dan jodoh. Tetapi yang harus kita tanyakan, apakah sebenarnya peran kita: mendorong seseorang untuk selalu berada dalam kebaikan, atau justru menjauhkannya dari kebaikan baik dengan sadar atau tanpa sadar, sedangkan kita tak kunjung memperbaikinya. (@RafifAmir)
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Ketika Akhwat Terpaksa Menghapus Mimpi Indahnya"