Kiat Agar Rajin Ibadah sekaligus Gemar Sedekah

Sebenarnya, kiat ini terinspirasi dari kisah salah satu sahabat terbaik Rasulullah Saw, Umar bin Khattab ra. Suatu ketika Umar pernah ketinggalan shalat ashar berjama'ah karena asyik melihat-lihat kebun miliknya. Betapa sesak dadanya, betapa sedih hatinya menyadari bahwa dunia telah melalaikannya dari mengingat Allah. Beliau menangis, beliau sungguh-sungguh menyesal. Maka sebagai betuk penyesalannya, seluruh kebun miliknya beliau sedekahkan untuk fakir miskin.

sumber gambar: umrohhaji.net
Betapa besar pelajaran yang dapat kita petik dari kisah Umar bin Khattab ini. Kisah ini menginspirasi saya untuk melalukan hal serupa, tapi begitu berat terasa bagi orang yang bergelimang dosa seperti saya, yang belum bisa melepas kecintaan kepada dunia selayaknya para sahabat pilihan. Namun setidaknya, kita telah berusaha. Belajar dan kisah, memetik hikmah, dan mengamalkannya dalam kehidupan.

Berikut ini kiat yang bisa kita lakukan, yang dengan cara ini Insya Allah kita lebih rajin beribadah dan juga lebih mudah dalam bersedekah. 

1. Buatlah target amal-amal harian kita. Misal, dalam satu hari tilawah harus 1 juz, qiyamul lail, shalat dhuha, membaca buku, menulis, dan lain-lain. Semua perbuatan akan bernilai ibadah jika kita niatkan untuk menacari ridho Allah semata. Tuliskanlah target-target harian yang ingin kita capai itu dengan penuh optimis dan kesungguhan.


2. Tentukan berapa uang yang harus kita keluarkan sebagai iqab atau hukuman (denda) jika target kita itu tidak terpenuhi. Taruh saja 2000 rupiah per target. Jadi, semisal dalam satu hari itu tilawah kita tidak sampai 1 juz, maka kita keluarkan 2000 rupiah untuk sedekah. Jika ada 5 target yang tidak terpenuhi, tinggal dikalikan saja.

3. Uang itu bisa langsung kita sedekahkan, bisa juga kita rupakan barang atau makanan atau yang lainnya baru kemudian diberikan kepada yang membutuhkan, bisa juga disedekahkan untuk kebutuhan-kebutuhan dakwah. Asal, jangan sampai kembali lagi ke dompet dan dipergunakan untuk kepentingan pribadi. Anggap saja itu uang yang hilang. Bisa dikumpulkan dalam seminggu agar jumlahnya lebih besar ketika disedekahkan.

4. Jika ternyata, target-target amal harian yang kita canangkan masih saja banyak yang bolong, berarti nominal uang untuk iqab-nya harus diperbesar. Karena itu artinya, kita masih terlalu ringan mengeluarkan uang sebanyak itu untuk sedekah. Jumlah yang lebih besar bisa kita keluarkan jika dalam satu hari tidak ada satu pun target yang terpenuhi. Misal ada tujuh target, semuanya gak terlaksana, Jika 2000x7 harusnya 14.000, maka yang harus kita bayar, misalnya, 25.000. Ini akan memacu kita untuk lebih giat dan tidak malam beribadah.

5. Intinya, sesuaikan dengan kemampuan kita. Nominalnya jangan terlalu rendah, juga jangan terlalu tinggi sehingga kita akan merasa kesulitan sendiri.

6. Program ini harus benar-benar dievaluasi secara berkala. Dan juga harus ada yang mengingatkan. Misal, jika di dalam keluarga, bisa dilakukan bersama istri dan anak-anak. Satu sama lain saling mengingatkan dan mengevaluasi sejauh mana target tercapai, apa kendalanya, beri motivasi. Sehingga muncul juga di dalamnya semangat untuk berlomba-lomba memperbanyak kebaikan.

7. Bagaimana jika targetnya hampir terpenuhi semua? jarang ada bolong? kita tambah lagi target lainnya. Atau nominal iqab-nya kita tambah lagi. Intinya, jangan sampai tidak ada sama sekali yang kita keluarkan untuk sedekah. Paling tidak dalam seminggu harus ada cukup uang yang bisa kita sedekahkan. Terus perbanyak target, sehingga kualitas diri kita juga semakin meningkat. Kedisiplinan kita pun meningkat.

Bagaimana? silakan dicoba.(@RafifAmir)
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Kiat Agar Rajin Ibadah sekaligus Gemar Sedekah"