Kisah Perburuan Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka

Tafsir Al-Azhar disebut-sebut sebagai salah satu karya masterpice buya Hamka selain Sedjarah Umat Islam yang empat jilid itu. Kitab yang disusun selama berada dalam tahanan ini adalah salah satu kitab tafsir yang pernah ditulis oleh ulama besar Indonesia. Sebagai pengagum sosok dan karya-karya beliau, tentu saya merasa tidak lengkap jika tidak memilikinya.

dok. pribadi (rafifamir.com)
Maka sekian lama saya sudah berusaha mengumpulkannya. Kitab tafsir ini terdiri dari 30 jilid. Setiap jilid membahas lengkap 1 juz Al-Qur'an. Saat itu, mungkin belum ada separuh yang saya miliki. Selain karena saya mencarinya di lapak-lapak bekas, cetakan lama buku ini konon tidak ada penerbit yang menerbitkannya langsung full 30 juz. Ada sekitar 4 penerbit yang saya ketahui menerbitkan karya buya Hamka ini: Pustaka Panjimas, Yayasan Latimojong, Pustaka Islam Surabaya, dan Haji Abdul Malik.

Maka saya terus memburu jilid-jilid yang lain. Sayangnya, hal itu tidak mudah, ada juz-juz yang sudah sangat langka didapat. Tapi suatu hari, Allah menjawab impian saya. Di sebuah lapak buku bekas di Kampung Ilmu Surabaya, saya menemukan tafsir Al-Azhar lengkap 30 juz! bukan main senangnya perasaan saya waktu itu. Tak perlu pikir panjang, buku itu lansung saya borong. Tapi, eits... uang saya di dompet ternyata gak cukup. Saya cari ATM terdekat sambil bilang ke penjual bahwa buku itu jadi saya beli, tapi tolong disimpankan sebentar. Uang di ATM benar-benar sudah menipis, tapi apa boleh dikata, ini kesempatan langka. Dan bahagia rasanya, setelah berhasil menebus kitab yang saya idam-idamkan ini, serasa buku-buku lain yang saya beli saat itu juga menjadi tidak berharga.

Karena beberapa jilid saya punya dobel, jadi dijuallah yang dobel-dobel itu. Belakangan laku terjual oleh pembeli dari Pasuruan dan Surabaya. Tapi sebagian masih ada beberapa jilid dipajang di toko buku saya. Sekalian promo, barangkali ada dari pembaca yang tertarik untuk membeli. Hehe. (Baik, skip iklan)

Saya letakkan tafsir Al-Azhar berjejer dengan karya-karya Buya Hamka lain yang saya koleksi. Sudah ada puluhan. Mulai dari yang populer dan banyak beredar seperti Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Hingga yang mungkin belum banyak orang tahu seperti Agkatan Baru, Tuan Direktur, Menunggu Beduk Berbunji, dan lain-lain.

Sungguh perburuan yang berakhir dengan happy ending, mengingat sudah lama saya berburu dan menginginkan buku itu. Walau sebenarnya ada yang cetakan baru terbitan Pustaka Panjimas hardcover 5 jilid. Tapi entah mengapa saya lebih suka yang edisi buluk. Selain juga karena harganya yang lebih aman buat kantong. Hehe. Edisi 5 jilid yang dijual di website Pustaka Panjimas harganya 2,5 juta, silakan kalau mungkin ada yang tertarik. Baru-baru ini saya juga melihat di salah satu toko buku besar GIP juga menerbitkan kitab tafsir Al-Azhar Buya Hamka ini dengan edisi lux hardcover. Entah, sudah atas seizin ahli warisnya atau belum. Karena sepengetahuan saya, Bang Yusroun, cucu Buya Hamka, pernah cerita kalau edisi baru tafsir Al-Azhar yang resmi hanya diterbitkan Pustaka Panjimas. Hal ini juga jelas tertulis di website Pustaka Panjimas. Diberitahukan juga di sana kalau ada penerbit di Malaysia yang ikut membajak kitab ini.

Memang karya-karya Buya Hamka banyak bertebaran di negeri jiran, tetapi sangat kurang diapresiasi di negeri sendiri. (@RafifAmir)
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Kisah Perburuan Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka "