Konsep Melayani Part 3: Fast Response

Saya beberapa kali belanja di toko dan mendapati karyawan-karyawannya yang bermuka masam, cuek, ogah-ogahan, lamban, dan kebanyakan ngobrol. Karyawan-karyawan seperti ini yang mengharap gaji besar tapi membuat sebagian pelanggan "kabur".

Terkadang saya tegur. Meski sangat mungkin teguran saya tidak didengar. Kecuali bosnya sendiri yang ngomel atau mengancam akan memberhentikan jika bekerja tidak becus seperti itu. Dan memang karena kurang kontrol, terkadang sikap malas-malasan mereka tetap saja terulang. Kita tahu, tipikal kebanyakan masyarakat Indonesia memang harus dikontrol kerjanya. Makanya ada mandor sampai bertingkat-tingkat.

Seperti misalnya ketika saya datang ke toko perlengkapan ATK, si mbak karyawati terlihat cuek saat saya menyebutkan hendak membeli ini-itu sambil sibuk menyiapkan barang pembeli lain. Sekali dua kali saya berusaha tenang tapi kadang jengkel juga, padahal kan tidak susah sekadar bilang, "mohon tunggu sebentar ya, pak." Daripada pura-pura jadi orang tuli seperti itu.

Di toko lain, kali ini toko perlengkapan bayi, si mbak karyawati sibuk ngobrol, meski dipanggil berklai-kali masih saja gak dengar. Bahkan terkadang istri teriak-teriak memanggil. Kemudian, setelah itu pun jalannya lambat sekali, sepetinya jalannya pengantin.

Sikap-sikap karyawan seperti ini yang kadang membuat banyak pelanggan "kapok" belanja di toko tersebut. Mengingat banyak waktu mereka yang akhirnya terbuang percuma selain memendam jengkel yang sampai ke ubun-ubun juga. Menurut saya, hal itu terjadi karena kurangnya kontrol dari pemilik toko, juga karena para karyawan selalu berpikir bagaimana gaji nambah tapi kerja berkurang. Dengan jabatan yang sama, tentu tidak mungkin. Para karyawan harusnya mmebuktikan profesionalitas mereka dalam bekerja jika ingin naik jabatan dan nambah pemasukan.

Cepat tanggap, inilah kunci ketiga dalam melayani. Merespon dengan cepat apa yang diinginkan pembeli. Sehingga pembeli senang karena segera mendapatkan apa yang diinginkan. Apalagi di zaman yang serba instan ini kecepatan menjadi prioritas, sehingga banyak penjual produk atau jasa yang melayani semisal Drive-thru dan semacamnya.

Jika sebuah perusahaan, toko, atau instansi cepat dalam melayani kemungkinan besar ia akan cepat pula menarik hati pelanggan, dan cepat pula meraih keuntungan yang lebih besar. (@RafifAmir)
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Konsep Melayani Part 3: Fast Response"