Muharram 1437 H, Tahun Baru yang Tak Ditunggu

Tak seperti 1 januari, pergantian tahun hijriyah selalu sepi. Kecuali hanya pengajian dan dzikir di kampung-kampung. Selebihnya, mungkin sebagian dari kita yang mengaku muslim, banyak yang lupa. Padahal inilah hari yang bersejarah, saat kaum muslimin berbondong-bondong hijrah dari Mekkah ke Madinah. Saat tonggak kejayaan dan peradaban dimulai. Hari yang menentukan bagi masa depan Islam dan kaum muslimin.

sumber gambar: www.trentekno.com
1437 tahun telah berlalu. Hijrah makaniyah memang sudah tak ada, tapi hijrah maknawiyah harus senantiasa diperbarui. Hijrah adalah perubahan. Perubahan untuk menjadi lebih baik, lebih dekat dengan sang Maha Pencipta. Hijrah adalah bagaimana mengelola diri kita; niat, semangat, dan perjuangan untuk sampai pada cita-cita tertinggi kehidupan, husnul khatimah. Adakah yang lebih baik dari tiket menuju surga yang indah?

Tahun baru ini, tahun baru yang tak ditunggu. Tahun baru yang tak gempita. Tahun baru yang dilewatkan begitu saja. Padahal di dalamnya ada hari asyura, 10 Muharram. Dianjurkan kita untuk berpuasa agar lenyap dosa setahun yang lampau. Tak inginkah dosa kita diampuni? dan kita terlahir kembali seperti seorang bayi yang baru keluar dari rahim ibunya. Tetapi, Muharram ini memang tak berarti bagi orang-orang yang hatinya telah mati.

Apa yang kita lakukan untuk menyambut bulan haram ini? pertama, merenungi hidup yang singkat ini. Merenungi perjalanan bertahun-tahun yang berlumur khilaf dan dosa. Kita jadikan awla tahun ini momentum perubahan. Lalu kedua, kita tatap masa depan lekat-lekat. Apa yang harus kita capai dalam hidup ini. Canangkan target, buat prioritas. Jangan sampai menjadi orang merugi, apalagi celaka, saat Muharram tahun depan justru semakin terpuruk dan lemah iman.

Semoga Muharram ini, tahun baru ini, menjadikan sesuatu yang mekar dalam hidup kita. Untuk mengisi hari-hari setelahnya hanya dengan tebaran wangi dan torehan-torehan kebaikan. (@RafifAmir)
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Muharram 1437 H, Tahun Baru yang Tak Ditunggu "