Nikah Siri

Semalam, dapat cerita dari ustaz, di perumahan tempat beliau tinggal sedang ada masalah. Sepasang insan digrebek warga  karena dicurigai kumpul kebo. Yang perempuan asli Lumajang, yang laki-laki orang Jerman. Keduanya orang baru yang ngontrak di situ. Maka terjadilah kehebohan. Mereka mengaku sudah nikah siri, tapi warga tak percaya begitu saja. Sepertinya keputusan akhir, mereka akan diusir.

Tapi si perempuan memohon, dan bersedia menikah malam itu juga (Nah, ketahuan ternyata belum nikah siri kan?). Maka tak menunggu lalu, orang tua si perempuan dihubungi dan diminta berangkat malam itu juga ke Sidoarjo bersama penghulu dan kepala desa. Sementara itu, sebelum proses nikah, tentu saja laki-laki Jerman yang non muslim itu harus terlebih dulu masuk Islam. Karena tidak mungkin, penghulu menikahkan secara Islami dua orang yang berbeda keyakinan. Si bule ternyata bersedia bersyahadat, malam itu juga.

Tapi sebagian warga, khususnya pengurus takmir masjid, meragukan keputusan yang mendadak itu. Bisa jadi masuk Islamnya si Bule bukan karena kesadaran, tapi karena "terpaksa" daripada diusir warga. Tak menutup kemungkinan, jika memang itu alasannya, setelah menikah ia akan kembali pada agama semula.

Nikah Siri

Nikah siri, atau nikah diam-diam, berarti nikah yang sah secara agama Islam, telah terpenuhi baik syarat maupun rukunnya, namun tidak disiarkan ke khalayak. Artinya, yang tahu bahwa keduanya sudah menikah hanyalah orang-orang terdekat saja, termasuk juga penghulu. Pernikahan ini tidak dicatatkan di KUA dan tentu saja mereka tak bisa memiliki surat nikah.

Biasanya, latar belakang nikah siri karena ketiadaan biaya untuk menyelenggarakan walimatul ursy, tapi alasan mendasar yang paling sering terjadi adalah karena tidak ingin orang tahu sebab mungkin akan menimbulkan geger dan hal-hal yang tidak menyenangkan buat mereka. Oleh karena itu, biasanya nikah siri banyak terjadi dalam kasus poligami, baik masyarakat umm maupun public figure.

Resiko Nikah Siri

Meski nikah siri dipandang sah secara agama, namun ia memiliki beberapa resiko yang harus siap ditanggung oleh pelakunya. Tersebab nikah siri belum dianggap sah secara hukum dan tidak ada bukti tertulis, maka mudah sekali bagi orang yang tak bertanggungjawab untuk menelantarkan pasangannya. Misal, suami yang hanya memikirkan kepuasan syahwat dan tidak ada tujuan lain selain itu, setelah merasa bosan sangat mungkin ia akan meninggalkan begitu saja istri yang telah dinikahi siri itu. Meski hal ini juga bisa terjadi pada pernikahan resmi, tapi upaya menuntut secara hukum pada kasus nikah siri akan sangat sulit.

Resiko lain, yang juga sempat ramai diperbincangkan, mengenai pendidikan anak kelak. Untuk memasukkan anak ke sekolah formal tentu butuh akta kelahiran, dan akta kelahiran tak mungkin didapatkan jika tak ada surat nikah. Tidak hanya itu, banyak administrasi lain yang mensyaratkan surat nikah, akta kelahiran, dan kartu keluarga.

Resiko lain yang tak kalah beratnya bagi pasangan yang melakukan nikah siri, timbulnya fitnah. Misal sedang berada di hotel berdua, beberapa hotel mensyaratkan pasangan yang akan menginap sekamar untuk menunjukkan surat nikah. Juga seperti yang saya ceritakan di awal tulisan ini, bagaimana membuktikan pada warga jika tiba-tiba digrebek seperti itu. Mungkin bisa saja dengan cara mendatangkan penghulu yang menikahkan, orang tua, maupun saksi-saki. Tapi itu, selain menyulitkan, bagaimana jika orang-orang itu sudah meninggal dan tentu saja akan memperumit masalah.

Solusi

Jika menikah secara resmi memang tidak memungkinkan dan resiko sudah diketahui serta siap menanggungnya, maka silakan memilih nikah siri. Pemerintah lewat kementrian agama sebaiknya juga memberikan solusi bagi orang yang akan dan telah melakukan nikah siri ini. Misal, dengan mempermudah bagi mereka untuk mencatatkan pernikahan mereka atau bagi yang hendak poligami juga jangan dipersulit. Termasuk juga biaya yang banyak dikeluhkan. Pada intinya, hal-hal yang membuat orang enggan untuk menikah secara resmi, sebaiknya dicarikan solusinya.

Solusi lain jika memang tetap menjadikan nikah siri sebagai pilihan, sebarkanlah pernikahan itu ke sebanyak mungkin khalayak, foto-foto saat akad nikah juga jangan sampai hilang. Kalau memungkinkan juga dengan videonya. Dan yang paling penting, Anda harus benar-benar tahu calon pasangan Anda. Jangan sampai salah memilih dan menyesal kemudian.

Menikahlah dan permudah jalannya. (@RafifAmir)
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Nikah Siri"