Pentingnya (Membuat) Catatan

Pernahkah kamu mengalami pikiranmu berkelana kemana-mana ketika mendengar seseorang berbicara. Perkataan si pembicara mengingatkanmu tentang sesuatu secara refleks, yang membuat kamu asyik dan semakin jauh menyelami pikiranmu sendiri.

Menurutmu perkataan si pembicara itu sangat penting sehingga kamu mencatatnya dalam buku tulismu, tetapi kamu tidak mencatat apa yang kamu pikirkan dan kamu assosiasikan dari ucapan pembicara yang penting itu. Maka kamu telah menjadi orang-orang yang merugi.

Karena ia tidak akan datang dua kali, maka catatlah bagian penting ucapan si pembicara dan catat pula apa yang kamu pikirkan setelahnya. Bobbi DePorter menamai metode ini dengan metode Catatan:CB. Catat dan buat catatan. Apa sebab metode ini menjadi sangat penting? baik, kecepatan otak kita dalam memproses apa yang kita dengar sebesar 600-800 kata per menit. Sedangkan kecepatan rata-rata berbicara manusia hanya 200-300 kata per menit. Sehingga ada waktu jeda yang membuat otak kita ngelantur kemana-mana saat seseorang belum selesai bicara.

Metode Catatan:CB ini juga dapat diterapkan terhadap buku bacaan kita. Kedudukan buku bacaan mirip dengan pembicara. Rata-rata kecepatan membaca kita 300 KPM (kata per menit). Jika kamu memiliki kecepatan membaca 500 KPM kamu tergolong pembaca cepat, namun itupun masih di bawah kecepatan otak kita dalam memproses data.

Catatan-catatan pikiran kita itu nanti yang akan kita jadikan sebuah tulisan yang bisa disisipi kalimat-kalmat penting dari buku atau dari si pembicara. Tulisan saya yang sedang kamu baca inipun juga dari hasil menerapkan metode Catatan:CB. dengan demikian kamu akan semakin punya banyak tabungan ide. Selamat mencoba ya! (@RafifAmir)
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Pentingnya (Membuat) Catatan"