Persinggahan Terakhir FLP Jatim: Rumah Mbak Afra!

Selepas satu jam mbolang di Malioboro, kami segera meluncur ke tujuan berikutnya, rumah mbak Afifah Afra, sekjen FLP Pusat. Kira-kira 2 jam perjalanan dari Jogja.

rombongan FLP Jatim ndolosor di emperan prambanan
Ehiya, sebelumnya mampir dulu di Candi Prambanan, biar terlihat eksis. Biasalah foto-foto. Itu sudah menjadi semacam ritual wajib meski terkadang untuk mendapatkan spot yang menarik dibutuhkan pengorbanan yang besar.

Karena diuber waktu, tak perlulah kami masuk area candi, cukup sewa tiker seharga 10 ribu rupiah di bawah pohon dekat parkiran, sambil menikmati gudeg oleh-oleh dari FLP Jogja. (baca di sini: FLP Jogja Ternyata FLP Jatim juga!) Konon, Nun, lebih menikmati tikernya. Tak apa, itu hak asasi pribadi.

Sambil makan tak lupa diselingi ngobrol, biar gudegnya terasa lebih banyak, dan... lagi-lagi berfoto ria. Kali ini Mbak Ami yang jadi fotografer. Alhamdulillah penampakan di sebelah kanan depan gak keliatan. Hehehe.

Setelah makan, dan bayar sewa tiker tentunya, kami langsung cabut. Entah kemana, saya pasrah aja. Saya memilih tidur sebelum pusing kepala semakin menjadi-jadi.
 
Bangun-bangun, ternyata sudah sampai di stasiun Purwosari, kemudi saya ambil alih, karena bang Muhsin harus terbang, eh, merayap dengan kereta api ke Banyuwangi. Jadi, tinggal tujuh kepala yang tersisa di mobil (delapan dengan makhluk halus di pojok belakang. Hihihi...)

Baik. Saatnya meluncur! tapi tunggu dulu, saat hendak keluar dari stasiun, suasana berubah panik. Apa sebab? tak ada satu pun dari kami yang tahu rumah mbak Afra. Yaelaah... untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, segera saya instruksikan pada tim GPS untuk ambil bagian dari operasi ini. Operasi apaan ya? operasi ngukur jalan?

Tim GPS sudah beraksi. Lurus... luruss ajaaa, begitu kata Noura. Saya memang buta jalan tinggal ngikut saja. Tapi tiba-tiba, "Berhenti.... berhenti, Pak!" seperti pencuri yang ditodong pistol oleh polisi saya kaget seperempat mati. Langsung menepikan mobil di sisi kiri. GPS dicek lagi. Ternyata, salah arah! putar balik! heh...

Tenang... tenang... sebagai sopir, harus memiliki kesabaran ekstra. Perjalanan dilanjutkan. Tim GPS yang terdiri dari empat orang seringkali beda pendapat. Yang satu bilang belok kanan, ada yang lurus, ada yang belok kiri. Masih bisa dimaklumi, itu hanya khilafiyah saja, yang penting tujuannya sama, meski harus mendengarkan perdebatan antar personil tim yang sedikit berisik di telinga.

Setelah melewati berbagai halang rintang, jalan lebar, jalan sempit, dan gang-gang, sampai juga kami di tempat yang dituju. Lega rasanya. Karena gak ada suara berisik lagi. Tapi rupanya masih ada yang gak yakin. Mungkin GPS-nya masih berbunyi: 500 meter lagi, belok kiri. "Benar gak nih ini rumah mbak Afra?"
Yaiyalah. Lha wong jelas, ada tulisan praktek dr Ahmad Supriyanto.

Kami mendapat suguhan spesial dari beliau. Beberapa, lupa belum saya cicipi. Menu makan malamnya, ayam goreng upin-ipin dan buah jeruk yang segar manis. Melihat makanan yang banyak dan enak-enak, seperti biasa makhluk-makhluk kelaparan yang hampir tiga jam bergentayang dalam mobil langsung menghabiskan dengan lahap. Bahkan ada yang nyangu buat di perjalanan. Masya Allah...

Omong-omong, kenapa saya jadi bahas makanannya dulu ya. Maap, mungkin karena sewaktu nulis ini perut saya lapar jadi begitu membayangkan makanan langsung semangat.

saya (Rafif) dan plakat AKI
Intinya, kami sharing dan diskusi mengenai penerbitan buku dan majalah, juga tentang ke-FLP-an. Ohya, baru-baru ini FLP mendapatkan Anugerah Komunikasi Indonesia (AKI) dari Kemenkominfo. Saya sempat narsis dengan piagam dan plakatnya. FLP memang keren!

Nun tukeran novel dengan mbak Afra, judulnya juga Nun; Pada Sebuah Cermin. Noura membahas rencana majalah FLP Jatim yang oleh mbak Afra disarankan dipikir-pikir lagi, lebih baik menerbitkan jurnal atau buku. Juga tentang FLP Jateng yang cabangnya tak kalah banyak, program-program yang menarik dan bisa mendatangkan pemasukan buat kas, seperti kelas menulis. Semua dibahas dan dikupas tuntas setajam silet.

FLP Jatim dan mbak Afra
Puas berbincang, kami pamit pulang. Sekitar jam 6 malam bakda shalat maghrib. Sebelumnya, tak lupa, ritual foto bersama. (@RafifAmir)

loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Persinggahan Terakhir FLP Jatim: Rumah Mbak Afra!"