Risalah Skripsi

Jika boleh diibaratkan, saya seperti seekor kucing yang nyemplung di kolam.

Sejak SMA saya tahu bahwa saya menyukai sastra dan sangat menikmati matematika. Tetapi saya tidak suka dengan pelajaran fisika yang berkaitan dengan listrik. Namun ternyata saya justru diterima masuk perguruan tinggi jurusan elektro, yang setelah nyemplung di dalamnya saya baru sadar ternyata banyak membahas tentang listrik arus kuat.

Karena kesadaran yang terlambat, apalagi badan sudah basah kuyup, sekalian saya bertekad menyelesaikannya. Dua nasehat yang sangat saya ingat, yang membuat tekad saya semakin kuat. Pertama datang dari bos tempat saya bekerja (oya, selagi kuliah saya juga nyambi kerja), beliau mengatakan, "jika tidak menyelesaikan studimu berarti kamu melakukan korupsi. Karena kuliahmu disubsidi negara dan kamu menyia-nyiakannya." Satu lagi datang dari teman perempuan, "Paling tidak kelulusanmu kau persembahkan untuk kedua orangtua, karena dengan itu kau akan melihat mereka tersenyum bangga."

Tetapi yang namanya passion memang tak bisa digugat. Semangat saya tetap kembang-kempis. Malah di tengah terkatung-katungnya skripsi yang tak kunjung selesai itu saya memutuskan menikah. Dengan seorang calon dokter pula. Saya heran mengapa waktu itu saya bermuka badak ketika mempersunting seorang perempuan sarjana kedokteran, yang bahkan beberapa waktu kemudian, setelah menikah, mendapat gelar dokter (dr.)

Bahkan kemudian istri sayalah yang lebih bersemangat agar skripsi saya selesai ketimbang saya sendiri. Betapa luar biasanya dia menyemangati siang-malam. Membantu mengetik, menunggui saya melakukan percobaan, juga ikut ke PLTA mengambil data-data yang saya butuhkan, padahal jaraknya lumayan jauh.

Tentu saja saya semakin bersemangat. Memang inilah sebetulnya yang paling saya harapkan. Saya butuh teman. Saya tak bisa mengerjakan skrispsi sendirian. Apalagi skripsi itu tentang hal yang tidak saya sukai dan pernah ditolak berkali-kali, belum lagi ribetnya ketemua dosen. Nah, untuk yang satu ini istri saya juga tak mau ketinggalan, dia juga ikut bersama saya ke rumah dosen meski di tengah hujan deras dan jalanan yang licin.

Betapa bahagianya saya ketika skripsi saya jadi dan dinyatakan lulus dalam ujian sidang akhir. Semakin lengkap rasanya kebahagiaan itu, ketika hari wisuda istri turut serta bersama anak tercinta yang saat itu masih berusia 2 bulan.
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

2 Responses to "Risalah Skripsi"

Ila Rizky mengatakan...

selalu ada suka duka dibalik ngerjain skripsi ya. hehe :D

Rafif Amir mengatakan...

yup :)