Sastra dan Keajaiban 1001 Malam

Pernah dengar kisah 1001 malam? konon, begini ceritanya. Singkat cerita (cerita saya singkat, karena cerita aslinya cukup panjang), ada seorang raja bernama Shahriyar yang dikhianati permaisurinya. Saat raja pergi berburu, diam-diam sang permaisuri melakukan pesta seks dengan 40 orang budak. Suatu ketika raja melihat sendiri perbuatan biadab itu sehingga ia menghukum mati permaisuri dan 40 budak itu.

Namun ada yang berubah setelah hari itu, raja yang dikenal baik dan bijaksana tiba-tiba meminta kepada wazirnya agar setiap malam disediakan seorang perawan. Perawan tersebut akan disetubuhi dan dipenggal keesokan harinya. Begitulah yang terjadi. Sampai kemudian wazir tak lagi menemukan perawan kecuali anaknya sendiri. Inilah awla mula kisah 1001 malam itu.

Namanya Shahrazad, sebenarnya wazir merasa berat hati tapi karena Shahrazad memaksa agar ia diserahkan kepada raja dan meyakinkan ayahnya bahwa ia akan baik-baikan saja, maka wazir setuju. Ia berharap kecerdasan Shahrazad, kemahirannya dalam sastra dan cerita bisa melunakkan hati sang raja.

Maka dibuatlah skenario oleh Shahrazad sendiri. Saat hendak mempersembahkan keperawanannya, ia meminta syarat agar raja nantinya sudi agar ia mendongeng untuk adiknya, Dunyazad, untuk terakhir kalinya. Raja setuju dan Shahrazad pun direnggut kegadisannya.

Setelah itu, sesuai rencana. Shahrazad mendongeng untuk adiknya sementara raja juga ikut menyimaknya. Cerita itu sengaja dibuat tidak langsung tamat oleh Shahrazad, dan ia pura-pura bersedih karena esok tidak bisa lagi melanjutkannya ceritanya. Sebab raja akan memenggal kepalanya. Tetapi rupanya, raja sangat tertarik dengan kelanjutan kisah Shahrazad sehingga ia berbaik hati menunda eksekusi untuk Shahrazad.

Begitu terus yang terjadi setiap malamnya. Hingga malam yang ke-1001. Pada malam itu dipanggillah kembali Dunyazad yang ternyata bersama tiga orang anak. Ketiga anak itu adalah anak hasil hubungan raja dengan Shahrazad! alangkah kaget dan bahagianya raja. Ia tidak sadar bahwa cerita-cerita Shahrazad telah menjadi "sihir" yang membuatnya semakin tenang dan bahagia. Ia pun menyadari kesalahannya. Shahrazad tidak jadi dipenggal, malah ia dijadikan permaisuri dan ayahnya yang semula menjadi wazir diangkat menjadi raja di negeri lain.

Kisah-kisah yang diceritakan selama 1001 malam oleh Shahrazad itu kemudian ditulis dan diabadikan dengan tinta emas, menjadi kitab yang sangat tebal dan tersohor di seluruh pelosok negeri.

Ternyata, begitu luar biasanya sastra, ia bisa melunakkan hati manusia yang keras bagai baja dan mendatangkan kebahagiaan yang tak terkira. Kisah 1001 malam sendiri menjadi bacaan yang tak lekang zaman. (@RafifAmir)
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Sastra dan Keajaiban 1001 Malam"