Shalat Jama'ah Syiah Berdasarkan Pandangan Mata Rusydi Hamka

Dalam Majalah Panji Masyarakat edisi 290 tahun 1980, pimpinan redaksi Majalah Panji Masyarakat, Rusydi Hamka, menyajikan laporan hasil pandangan mata sewaktu diundang menghadiri perayaan satu tahun revolusi Iran sekaligus menyambut datangnya abad 15 hijriyah.

Selain tentu yang telah banyak disebutkan dalam berbagai referensi tentang akidah syiah, salah satunya tentang wajibnya meyakini 12 imam yang ma'shum. Kesemuanya adalah keturunan Ali bin Abi Thalib, bahkan imam terakhir dipercaya sebagai Imam Mahdi yang kela akan menyelamatkan umat dari kehancuran. Sebuah laporan khusus mengabarkan bagaimana pelaksanaan sahalat jama'ah khususnya shalat juma't di Iran. Saya coba rangkum menjadi beberapa poin.

1. Pada saat azan dan sampai pada "Asyhadu anna Muhamammadar Rasulullah" ada tambahan lagi "Sayyidina Ali Waliullah".

2. Saat hendak shalat, semua orang mengeluarkan sekeping tanah yang diletakkan tepat di dahi sewaktu sujud.

3. Ada seorang yang berdiri di samping imam, ia tidak ikut shalat berjama'ah. Fungsinya memberi aba-aba dengan suara yang lebih keras saat imam mengucapkan takbir. Orang ini akan shalat sendirian hanya setelah shalat berjama'ah selesai.

4. Setelah shalat berjama'ah dhuhur langsung dilanjutkan dengan shalat "ashar". Begitu juga dengan ketika selesai shalat maghrib, langsung dilanjutkan shalat "isya'". Jadi seperti jamak taqdim. Hanya saja, itu mereka lakukan sepanjang waktu meski bukan musafir.

5. Bacaan "Bimillah" saat membaca al-fatihah dibaca keras-keras. Tapi hanya "bismillah"-nya saja.

6. Sebelum khatib naik mimbar pada pelaksanaan shalat jum'at, seorang ayatullah berpidato dengan berapi-api dan disambut oleh jama'ah dengan takbir tiga kali.

7. Dalam khutbah, ketika nama Imam Khomeini disebut, jama'ah menyambutnya dengan salawat seperti ketika nama Nabi Muhammad disebut.

8. Ketika shalat dua raka'at, sebelum ruku' membaca membaca qunut, baik pada raka'at pertama maupun raka'at kedua.
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Shalat Jama'ah Syiah Berdasarkan Pandangan Mata Rusydi Hamka "