Cepat, Nyaman, dan Murah dengan Bus Trans Sidoarjo

bus Trans Sidoarjo, sumber: www.koran-sindo.com
Halte Trans Sidoarjo. sumber: sidoarjonews.com
suasana di dalam bus. sumber: pendidikanbangsa.blogspot.co.id
Pertama kali saya mencoba bus Trans Sidoarjo hanya karena iseng. Begini, suatu sore saat saya berniat hendak melakukan perjalanan ke Pamekasan, diantar istri sampai Plasa. Biasanya di sana saya akan menyetop bis mini (bison) sampai terminal Purabaya, Bungurasih. Dari rumah ke Plasa jaraknya sekitar 6 km.

Hari itu mendung dan tampaknya gerimis akan segera turun. Begitu melewati halte Trans Sidoarjo di dekat RS Delta Surya, entah mengapa tiba-tiba saya kepikiran mencoba naik bus milik pemerintah ini. Sebelumnya, saya sudah sering melihat bus berwarna biru terang itu lalu-lalang. Saya lihat kondisi bus masih baru dan mengkilap.

Karena sebelumnya belum pernah naik, dan tidak tahu rutenya seperti apa, juga tarifnya berapa rupiah, saya coba bertanya pada petugas dishub yang sedang duduk santai di halte. Dari beliau saya mendapatkan informasi bahwa bus Trans Sidoarjo mempunyai rute Porong-Sidoarjo-Bungurasih (via tol). Tiketnya pun cukup murah, hanya lima ribu rupiah. Tentu saya semakin penasaran ingin mencoba, lagipula, pikir saya waktu itu, kalau memang bus lewat tol, itu akan memangkas waktu yang biasanya 1 jam dengan menggunakan bison (bison lewat jalur Buduran-Gedangan-Bungurasih yang seringkali padat dan macet).

Bus Trans Sidoarjo singgah di halte setiap 15 menit sekali. Kurang lebih semua ada 30 armada bus yang beroperasi setiap hari. Begitu bus datang, saya langsung naik. Tak jauh beda dengan bus Trans Jakarta yang pernah sekali saya coba. Ada sekitar 20an kursi, pegangan tangan untuk orang yang berdiri, dan space khusus untuk pengguna kursi roda. Saat itu saya tidak sampai berdiri karena banyak kursi yang masih kosong.

Sesuatu yang unik barangkali bagi sebagian orang, kondektur atau yang menagih ongkos adalah mbak-mbak, masih muda, berpakaian putih-hitam.Benar, biaya jauh-dekat 5.000 rupiah, sementara bagi pelajar yang berseragam hanya 1.000 rupiah. Wow, murah banget!

Hanya butuh waktu kurang dari 30 menit, saya sudah sampai di terminal. Sesuai dengan perkiraan saya, menghemat waktu daripada menggunakan bison yang tak jarang pengemudinya ugal-ugalan. Pantas, jika banyak sopir angkot dan bison yang memprotes keberadaan bus Trans Sidoarjo ini. Karena memang layanan dari pemerintah kota ini cukup nyaman, cepat, dan murah. Tapi kan tidak semua orang tujuannya ke terminal Purabaya. Kalau mereka perlu hanya sampai seputar Buduran-Gedangan pilihannya masih angkot dan bison.

Bus Trans Sidoarjo ini mulai beroperasi resmi sejak 21 September 2015. Ada 30 armada dan 15 halte. Beroperasi sejak pukul 06.00 sampai 18.00 wib. Jadi kalau malam hari, mau ke Bungurasih atau dari Bungurasih mau ke Sidoarjo kota atau Porong angkutan ini sudah tidak beroperasi.

Mudah-mudahan bus Trans Sidoarjo terus bertahan, terus beroperasi, karena sejak pertama kali naik, saya mulai ketagihan. Dua kali ke terminal Purabaya saya menggunakan bus Trans Sidoarjo terus. Bahkan saya merekomendasikannya pada teman saya, juga pada keluarga dari Madura yang akan datang berkunjung. Tinggal turun di Halte RS Delta Surya, nyebrang jalan, naik angkot, sekitar 15 menit sudah nyampek rumah. Lebih mudah ketimbang turun di Plasa jalan kaki sampai Ramayana dan naik angkot dari sana.

Pokoknya, bus Trans Sidoarjo ini menjadi angkutan umum favorit saya di Sidoarjo. Mudah-mudahan rutenya ditambah. Jika masyarakat merasakan kenyamanannya, bukan tidak mungkin bisa menjadi solusi kemacetan yang tiap hari jamak terjadi di beberapa titik di Sidoarjo. (@RafifAmir)


loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Cepat, Nyaman, dan Murah dengan Bus Trans Sidoarjo"