Chennai Express

Ada 635 bahasa yang digunakan di negara kami, kata Rahul di penghujung film ini, tapi hari ini aku sadar bahwa bahasa paling penting adalah cinta.

Judul film ini diambil dari nama kereta yang ditumpangi Rahul untuk pergi ke Rameswaram, menabur abu kakeknya yang telah meninggal. Tapi sebenarnya, itu muslihat untuk menipu neneknya, ia ditunggu teman-temannya di stasiun lain untuk pergi bersenang-senang di Gangga. Chennai Express, kereta yang kelak mengantarkan Rahul pada kehidupan yang rumit.

Di kereta itu, ia bertemu seorang gadis bersama empat orang preman yang ternyata anak buah ayah sang gadis. Gadis itu melarikan diri karena menolak dijodohkan, dan mereka berhaasil menangkapnya. Malang, Rahul terlibat dalam perkara ini. Apalagi setelah Meena, begitu sang gadis disebut, mengaku bahwa Rahul adalah kekasihnya.

Konflik pun berkembang; antara Rahul, Meena, ayah Meena, dan laki-laki yang dijodohkan ayahnya. Film ini sangat menghibur, karena dipenuhi kejadian-kejadian konyol seperti cara Rahul kabur dari kejaran para preman, saat ia menghadapi 4 orang preman di kereta, dan saat ia ditendang dari ranjang oleh Meena. Serta banyak kejadian lucu lainnya.

Tapi memasuki bagian akhir, saat cinta Rahul dan Meena sudah saling berucap, dan mereka sudah pergi jauh dari kejaran para preman, justru Rahul membuatkan keputusan yang tak diduga. Ia malah kembali ke sarang preman, ke rumah ayah Meena.

Meski perkelahian Rahul dan para preman yang agak kurang logis, namun drama yang disuguhkan Rohit Shetty ini memuat pelajaran berharga tentang cinta dan kehidupan. Seperti Rahul dalam film ini, yang tak pernah tahu kemana takdir akan membawanya. Pada akhirnya ia menyelesaikan misi menabur abu kakeknya di Rameswaram sekaligus mendapatkan pengalaman berharga dari pasang surut konflik yang dihadapinya, dan cinta yang ia dapat dengan ketulusan setelah sebuah proses panjang dan penuh liku.
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Chennai Express"