Eksotisme Gugusan Karang Pantai Jumiang

Sungguh, Pantai Jumiang tidak asing bagi saya. Saya sudah berkali-kali ke sana, bahkan sejak masih kecil. Tapi seperti tak bosan-bosan menikmati pemandangan alamnya. Apalagi lokasi pantai ini masih satu kecamatan dengan tempat kelahiran saya, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Tidak terlalu jauh dari kota, mungkin hanya butuh 15 menit perjalanan dengan mobil. Tiket masuknya pun sangat murah. Hanya dua ribu rupiah per kepala.

Apa yang membedakan Pantai Jumiang dengan pantai-pantai lainnya? Selain spot yang paling tepat untuk menikmati sunrise yang indah, gugusan karang pantai ini menjadi daya tarik tersendiri. Untuk sampai di karang yang entah usianya sudah berapa tahun itu, saya harus menuruni tebing yang cukup curam yang sekelilingnya dipenuhi semak dan belukar. Sedikit butuh perjuangan memang. Dan perlu kehati-hatian karena bebatuannya yang licin, apalagi di musim penghujan.


Tapi setelah sampai di sana, akan ada kepuasan tersendiri. Melompat dari satu karang ke karang yang lainnya. Meski saya sarankan, sebaiknya, jika belum mahir lompat-melompat atau perempuan yang memakai rok, akan lebih aman kalau berpindah dengan cara sambil berpengangan pada batu karang yang terjangkau tangan.

Ada karang yang kecil ada juga yang besar, silakan pilih spot yang disuka dan berfoto sepuasnya. Hanya saja, perlu diperhatikan cara dan titik pengambilan gambarnya, karena kalau kurang pas seringkali gambar yang dihasilkan agak gelap. Maklum, di belakangnya terhalang tebing yang cukup tinggi. Perlu diperhatikan juga jangan sampai terpeleset atau jatuh, karena kalau membentur kulit, permukaan karang yang kasar dan tajam bisa merobek kulit. Hati-hati juga kalau mau berpose di karang yang terletak paling selatan, karena air laut yang ada di bawahnya memiliki kedalam kurang lebih delapam meter. Cukup dalam kan?

Beberapa kali saya ke Pantai Jumiang saat siang dan matahari memanggang kulit. Kalau mengingat itu memang bikin tidak betah berlama-lama tapi kalau sudah kadung kesengsem sama eksotisme karangnya, jadi lupa sama terik yang menyengat.

Setelah puas menikmati gugusan karang, bisa duduk santai sambil makan-minum di gazebo yang ternyata sekarang sudah semakin banyak. Dulu, saya ingat hanya ada 1 gazebo yang seperti menara pengawas bertingkat yang dari sana bisa menikmati panorama laut lepas, dan dua lagi yang tidak terawat. Selain makan-minum, juga bisa jadi tempat berkumpul bersama keluarga atau orang-orang tercinta. Biasanya malah dijadikan tempat muda-mudi pacaran.

Sekitar Pantai Jumiang itu juga terdapat sebuah makam. Makam Buju' Adi Rasa. Tapi sepertinya sepi. Jarang terlihat ada yang berziarah ke sana.

Penasaran dengan eksotisme Pantai Jumiang? Silakan berkunjung dan jangan lupa mampir rumah nenek saya ya, tempat kelahiran seklaigus saya menghabiskan masa remaja :) (@RafifAmir)






loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Eksotisme Gugusan Karang Pantai Jumiang "