4 Kiat Sukes Menulis Ala La Rose

Bagi generasi 70-80an yang menggemari buku, nama La Rose pasti tidak terdengar asing. Perempuan penulis lebih dari 60 buku fiksi dan nonfiksi ini cukup populer di zamannya, khususnya di kalangan remaja, wanita dan penggemar novel pop.

Perempuan kelahiran Manado, 22 Desember 1932 yang juga aktif merancang busana dan melukis ini mengaku tertarik menulis untuk berbagi dengan sesama. Beberapa karyanya diantaranya: Wajah-Wajah Cinta, Benang Kusut, Mutiara Hitam, dll.

Melalui profilnya yang dimuat di majalah Panji Masyarakat No.539, ia membeberkan kiat suksesnya menjadi seorang penulis.

1. Menyediakan Waktu Khusus untuk Menulis 
    Menurut penulis yang menguasai bahasa Belanda, Inggris, Prancis, dan Jerman ini tidak ada alasan bagi siapapun yang ingin menjadi penulis untuk mengatakan tidak sempat menulis karena tidak ada waktu. Sesibuk apapun, selalu sediakan waktu khusus untuk menulis. Menulis bukanlah pekerjaan untuk mengisi waktu kosong, tetapi menulis harus masuk dalam jadwal rutinitas harian.

2. Harus Konsisten, Disiplin, dan Enjoy
    Setelah menyediakan waktu khusus, maka langkah berikutnya adalah komitmen dan disiplin dengan waktu yang sudah ditetapkan. Jika memang waktunya nulis ya harus nulis. Tidak harus menunggu ilham datang. Meski ilham itu penting dan sangat membantu, kata perempuan yang memeluk Islam di usia 22 tahun ini, saya tak pernah menunggu datangnya ilham terlebih dahulu karena ilham tidak pernah datang secara teratur dan bahkan hanya sesekali saja.
    Menulislah dengan perasaan senang meski terkadang tidak menyenangkan. Paling tidak, kita akan merasa senang saat sudah menyelesaikan sebuah tulisan.

3. Membaca Banyak Buku 
    Mungkin kiat ini klise dan sudah banyak disampaikan. Tapi memang benar, tak ada penulis yang karya-karyanya brilian tanpa bahan bacaan yang banyak. Demikian pula La Rose, ia membaca buku apapun mulai dari agama, filsafat, novel, aliran-aliran pemikiran hingga biografi tokoh-tokoh terkenal. "Tidak pernah satu hari pun saya lewati tanpa membaca buku," tuturnya. "Dan biasanya saya baru berhenti membaca setelah mata terasa pedih." Ia juga menyukai karya-karya penulis besar seperti Al-Ghazali, Jalaluddin Rumi, Omar Khayyam dan Kahlil Gibran.

4. Kerja Keras
    Meski La Rose percaya takdir, tapi ia mengatakan kerja keras adalah upaya untuk menjemput takdir terbaik. Menulis butuh kerja keras, setidaknya kerja keras untuk menaklukkan kemalasan. Karena banyak sekali saya mendengar keluhan dari mereka yang gagal menulis karena sebenarnya lebih pada faktor kemalasan mereka sendiri. Takdir bagi saya, kata La Rose, adalah kerja keras. Jika sudah bekerja keras tapi hasilnya seperti itu maka itulah yang harus diterima dan disyukuri. Tapi jika tidak mendapatkan apa-apa karena buah kemalasannya maka itulah yang perlu disesali.

Semoga 4 kiat dari La Rose ini bisa memicu teman-teman untuk menulis lebih giat lagi, mewujudkan impian menjadi penulis sukses, yang bisa menginspirasi sebanyak mungkin pembaca. (@RafifAmir)
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "4 Kiat Sukes Menulis Ala La Rose "