Kehancuran Para Penghina Al-Qur’an

Oleh Rafif Amir

Alvin Tan, pemuda Malaysia itu menghebohkan dunia maya setelah mengunggah foto-fotonya yang menghina Al-Qur’an di facebook. Dalam foto itu, tampak ia menjadikan lembaran Al-Qur’an sebagai pengganti tisu toilet. Kebiadabannya itu langsung mendapat respon yang keras dari netizen muslim di seluruh dunia. Akun facebook-nya diblokir dan ia melarikan diri ke Amerika Serikat setelah diburu oleh polisi Malaysia.

Di Indonesia, kasus penghinaan terhadap kitab suci umat Islam juga kerap kali terjadi. Mirisnya, tak jarang pelakunya mengaku beragama Islam dan bahkan kuliah di sebuah perguruan tinggi Islam ternama. Seperti yang menghebohkan UIN Sumut beberapa waktu lalu. Ia menulis status melecehkan Al-Qur’an di media sosial dan dengan sengaja melempar Al-Qur’an di hadapan mahasiswa baru saat ospek. Sebagai hukuman, pihak rektorat mengeluarkannya dari kampus.

Kejadian lain yang mengguncang dunia berkaitan dengan penghinaan Al-Qur’an antara lain: Tahun 1988, Salam Rushdie menulis The Satanic Verses yang salah satu isinya menyebutkan bahwa Al-Qur’an itu tak lain adalah perkataan setan, bukan firman Allah. Berikutnya, tahun 2010, pendeta Florida Terry Jones menyerukan jemaatnya untuk membakar Al-Qur’an untuk memperingati tragedi 9 september. Disusul kemudian pada tahun 2012, tentara AS membakar sebanyak 315 salinan Al-Qur’an di penjara Bagram Afganistan. Peristiwa itu memicu kemarahan umat Islam yang kemudian turun ke jalan sehingga kemudian pecah konflik dan menyebabkan 30 orang syahid.

Penghinaan Kafir Quraisy terhadap Al-Qur’an 
 
Jauh sebelumnya, 15 abad lampau, sejak risalah yang agung ini turun, para dedengkot kafir Quraisy melakukan penghinaan yang melampau batas terhadap Al-Qur’an. Beberapa diantaranya:

1.    Mereka mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah  syair bikinan Muhammad
Bahkan, mereka mengatakan, “(Al-Qur’an itu buah) mimpi-mimpi yang kacau, atau hasil rekayasa (Muhammad), atau bahkan dia hanya seorang penyair, cobalah dia datangkan kepada kita suatu tanda (bukti), seperti halnya rasul-rasul yang diutus terdahulu (QS. Al-Anbiya’, 21: 5)

Padahal mereka tahu, taka da satu pun syair yang dapat menandingi keindahan Al-Qur’an.

2.    Mereka mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah kebohongan dan dongeng purbakala
Dan orang-orang kafir berkata, “(Al-Qur’an) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh dia (Muhammad), dibantu oleh orang-orang lain.” Sungguh, mereka telah berbuat zalim dan dusta yang besar. Dan mereka berkata, “(Itu hanya) dongeng-dongeng orang terdahulu, yang diminta agar dituliskan, lalu dibacakanlah dongeng itu kepadanya setiap pagi dan petang.” (QS. Al-Furqan, 25:4-5)

Bahkan mereka menganggap Nabi Muhamammad saw sebagai orang gila. Bagaimana mungkin mereka mengatakan demikian, sementara mereka kenal betul pribadi Muhammad, sebagai seorang yang tak pernah berdusta dengan sikap dan kata-katanya.

3.    Mereka mengatakan bahwa Al-Quran adalah sihir yang nyata
Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang, mereka berkata, “Orang ini tidak lain hanya ingin menghalang-halangi kamu dari apa yang disembah oleh nenek moyangmu,” dan mereka berkata, “(Al-Qur’an) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan saja.” Dan orang-orang kafir berkata terhadap kebenaran ketika kebenaran (Al-Qur’an) itu datang kepada mereka,”Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.” (QS. Saba’, 34:43)

Namun demikian, sebenarnya jauh dari lubuk hati mereka, mereka mengakui kemukjizatan Al-Qur’an. Seperti yang pernah diakui oleh salah seorang dedengkot kafir Quraisy, Al Walid Ibnu Mughirah. Ia mengatakan di hadapan para pembesar Quraisy, “Demi Allah, sesungguhnya ucapan Muhammad itu manis, akarnya harum, dan ranting-rantingnya matang.” Tetapi kesombonganlah yang menjadikan mereka jauh dari hidayah.

Hal serupa juga dialami Abu Jahal, Abu Sufyan dan Akhnas bin Syuraiq tatkala mereka berusaha mengendap-endap ke rumah Rasulullah untuk mencuri dengar bacaan Al-Qur’an Rasulullah. Mereka mengakui keindahan dan kehebatan Al-Qur’an, tapi lagi-lagi kecintaan terhadap kedudukan dan harta serta kesombongan yang besarlah yang menjadikan hati mereka kelam seperti jelaga.

Balasan Allah untuk Penghina Al-Qur’an 

Maka balasan apakah yang terbaik bagi mereka selain kehinaan dan azab yang pedih? Sungguh, sedetikpun kemuliaan Al-Qur’an tidak akan berkurang dengan penghinaan mereka, karena Allah telah menjaga dan memeliharanya hingga akhir zaman. Laa Raibafiih, tidak ada keraguan sedikit pun di dalamnya. Hudan lil muttaqiin, petunjuk bagi orang yang bertakwa.

Allah telah menyediakan tempat yang layak bagi para penghina Al-Qur’an, di neraka yang menyala, yang bahan bakarnya dari manusia dan batu.

“Apabila ayat-ayat Al-Qur’an yang jelas kebenarannya itu dibacakan kepada orang-orang kafir, engkau lihat wajah-wajah mereka cemberut tanda tidak senang. Orang-orang kafir itu nyaris membinasakan orang-orang mukmin yang membacakan ayat-ayat Al-Qur’an kepada mereka. Wahai Muhammad, katakanlah kepada orang-orang kafir: “Apakah kalian mau aku beri kabar yang lebih buruk daripada sikap kalian menolak Al-Qur’an? Yaitu neraka yang Allah janjikan kepada orang-orang kafir. Neraka adalah tempat tinggal yang paling buruk bagi orang-orang kafir.” (QS. Al Hajj, 22: 72)

“Orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Al-Qur’an, mereka itu tidak akan mampu melarikan diri dari adzab Kami. Apakah orang-orang yang dimasukkan ke dalam neraka itu lebih baik? Ataukah orang beriman yang dimasukkan ke dalam surga pada hari kiamat kelak? Wahai manusia, karena itu silahkan kalian berbuat sesuka kalian. Sungguh Allah taala senantiasa mengetahui apa yang kalian lakukan. Orang-orang kafir yang mengingkari Al-Qur’an ketika Al-Qur’an datang kepada mereka pasti celaka. Sungguh Al-Qur’an ini adalah sebuah kitab yang amat mulia. Al-Qur’an tidak tersentuh oleh upaya pemalsuan pada masa turunnya maupun pada masa-masa selanjutnya. Al-Qur’an turun dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. Wahai Muhammad, apa yang dikatakan oleh kaum kafir kepadamu juga telah dikatakan oleh kaum kafir dahulu kepada rasul-rasul sebelum kamu. Sungguh Tuhanmu Maha Pengampun dan Maha Memberi siksa yang amat pedih.” (QS. Fusshilat, 41: 40-43)

“Dan apabila dia mengetahui sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka (ayat-ayat itu) dijadikan olok-olok. Merekalah yang akan menerima azab yang menghinakan.” (QS. Al Jasiyah, 45:9)



dimuat di Majalah SQ Edisi Januari 2016


loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Kehancuran Para Penghina Al-Qur’an "