Ketika Persahabatan George dan Lennie Diuji



Judul   : George and Lennie
Penulis : John Steinbeck
Penerbit : Matahari
Cetakan : I, April 2015
Tebal   : 164 halaman
ISBN    : 9786021139899

George dan Lennie, dua orang sahabat yang memiliki fisik dan karakter yang  berkebalikan. George yang kecil, cekatan, dan pandai. Sementara Lennie berbadan besar, polos, bodoh, dan terkadang kekanakan. Tapi yang menarik, di balik itu semua, Lennie memiliki kekuatan dahsyat seperti halnya Asterix atau Obelix dalam kisah pertarungan penduduk Galia melawan Romawi.  

Tingkah laku Lennie seringkali membuat kesal George. Misalnya saat Lennie menyimpan tikus yang sudah mati, juga tentang impiannya memiliki sebuah rumah kecil, seekor sapi, dam kelinci-kelinci yang lucu yang sering diulang-ulang di hadapan George. 

Untuk mewujudkan mimpi Lennie itu, mereka bekerja di sebuah peternakan di Salinas Valley. Awalnya, semua berjalan baik-baik saja, sampai kemudian muncullah masalah. Saat Curley, si pemilik peternakan, mencari istrinya ke sana-kemari dan bertanya kepada para pekerja yang sedang ngobrol. Salah seorang pekerja, Slim, malah mengolok-olok Curley dan mengatakan muak dengan pertanyaannya. Maklum, istri Curley, dikenal sebagai wanita “nakal” oleh para pekerja. Di saat itu, Lennie yang juga ada dalam ruangan, tertawa mendengar majikannya dilecehkan dan Curley langsung menghajarnya. Curley tak berani pada Slim dan pekerja lain, oleh karenanya ia melampiaskan kemarahan pada Lennie.  

Saat Lennie sudah babak belur, George meminta Lennie untuk membalas serangan Curley. Dan hanya hitungan detik, Lennie berhasil meraih tangan Curley. Dengan kekuatan supernya, ia berhasil meremukkan lengan Curley hanya dalam sekali genggam. 

Masalah semakin memuncak, saat di sebuah lumbung penyimpanan, Lennie tanpa sengaja membunuh istri Curley. Istri Curley hanya berniat menunjukkan rambutnya yang indah pada Lennie. Lennie mulai mengusap rambutnya yang terasa oleh wanita itu sebagai jambakan yang keras. Ia menjerit, lalu Lennie mmebekap mulutnya dengan maksud agar jangan sampai terdengar Curley. Tapi ia malah semakin berontak dan Lennie semakin kuat menahan. Leher istri Curley patah sebelum ia kehilangan napas.  

Mengetahui itu, Curley marah besar. Ia mengerahkan semua anak buahnya, termasuk George, untuk menangkap Lennie. Sebagai sahabat, George yang paling hafal kemana biasanya Lennie melarikan diri dan bersembunyi ketika ketakutan. Tapi yang mengejutkan, ending dari cerita ini: George membunuh Lennie dengan tangannya sendiri. 

Kekesalan George yang sudah mencapai puncaknya, mungkin yang menjadi sebab ia begitu tega membunuh sahabatnya itu. Kesal karena Lennie selalu membuat masalah. Bisa juga karena perintah dari Curley, untuk membuktikan bahwa George tidak terlibat dalam perkara kematian istrinya.  

Selain karakter tokoh yang kuat, konflik yang-- kata The New York Times—mengetarkan hati, juga dialog-dialog yang mengalir; cepat dan terarah, menjadikan novel ini tak kalah jika dibandingkan dengan karya-karya Steinbeck yang lain seperti Cannery Row, The Pearl, bahkan Grapes of Wrath yang digadang-gadang sebagai masterpiece peraih Nobel Sastra ini.  


Hal lain, deskripsi latar, adalah salah satu kepiawaian John Steinbeck yang cukup menonjol. Lihat saja bagaimana ia memulai 3 halaman novel ini dengan deskripsi panjang yang memikat, dan juga detail: Beberapa mil di Soledad Selatan, Sungai Salinas yang dalam dan berair hijau mengalir dekat sisi bukit. Airnya terasa hangat karena sungai itu mengalir meliuk-liuk melalui tanah kuning dan berkilauan yang diterpa sinar matahari sebelum mencapai danau sempit. Pada satu sisi sungai tersebut, lereng kaki bukit menikung ke arah pegunungan Gabilan, tetapi pada sisi lembah air sungai dibatasi pepohonan willow yang segar dan hijau dengan daun-daun mudanya, yang ujung-ujung daunnya dipenuhi sampah-sampah yang terbawa banjir musim salju; pohon-pohon sikamor dengan dahan-dahannya yang rebah berwarna putih corang-moreng…. (Halaman 5)
 
Sebuah deskripsi yang indah, bukan?

#Book Review #60
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Ketika Persahabatan George dan Lennie Diuji"