S-Peam Pasuruan, Pondok Pesantren Berbasis Entrepreneur

Jumat lalu, 15 Januari 2016, saya diundang untuk mengisi pelatihan menulis di Pondok Pesantren S-Peam Pasuruan. Sebelumnya, saya dihubungi melalui telepon dan diminta untuk memberikan materi tentang penulisan surat dalam rangka lomba menulis surat "Generasi Muda Melawan Korupsi" yang diselenggarakan oleh PT Pos Indonesia.

Acara dimulai pukul 13.00 WIB. Tak ingin terlambat dan juga karena belum tahu lokasi persis pondoknya, saya berangkat pukul 10.30 WIB dari rumah. Shalat jumat di Kota Pasuruan.

Berbekal ancer-ancer, saya mencari lokasi yang beralamat di Jl. AH Nasution No.1 Gadingrejo, Pasuruan. Di sana  saya disambut langsug oleh Direktur S-Peam, bapak Muhammad Zaini. Kami sempat ngobrol berdua tentang Pondok S-Peam ini yang ternyata usianya masih sangat muda. Baru resmi berdiri sejak Agustus 2015 lalu. Jumlah santrinya 55 orang yang nantinya akan ikut pelatihan semua. Sebagian santri-santriwati berasal dari luar Kota Pasuruan. Ada yang dari Sumenep, Bangkalan, paling banyak dari Sidoarjo.

Pak Muhammad Zaini sendiri tenyata masih serumpun dengan saya, sama-sama orang Pamekasan. Hanya saja beliau cukup lama tinggal di Jawa Tengah, sebelum kemudian memutuskan pindah ke Pasuruan, merintis berdirinya Pondok Pesantren S-Peam ini. Kerja keras beliau sungguh luar biasa, buktinya meski masih tergolong baru, beberapa wali siswa mempercayakan putra dan putri mereka mondok di sana.

Selain lokasi yang strategis di tengah-tengah kota, Pondok Pesantren S-Peam ini memiliki lahan yang luas dan siap dikembangkan. Meski saat ini baru berdiri satu kelas karena baru berjalan kurang dari enam bulan lalu. Suasananya juga kondusif dan representatif untuk kegiatan belajar-mengajar. Jauh dari bising kendaraan.

Sebagaimana kepanjangan S-Peam, Sekolah-Pondok Pesantren Entrepreneur Almaun Muhammadiyah, Pondok Pesantren ini menjadikan entrepreneur sebagai basis pembelajaran. Para santri dicetak untuk menjadi pengusaha yang berakhlak dan berwawasan Islami. Tak heran, Pak Muhammad Zaini, selaku direktur menaruh perhatian yang besar terhadap minat mereka pada dunia literasi.

Sebelumnya, Beliau juga telah mengundang Langit Kresna, penulis novel "Gajah Mada" untuk berbagi motivasi kepenulisan pada para santri. Saya lihat, sejak saya pertama kali menatap wajah mereka hingga sesi pelatihan yang saya berikan berakhir, mereka tampak sangat antusias.

Hingga pada saat mereka berlatih menulis surat dengan tema "Generasi Muda Melawan Korupsi", mereka begitu bersemangat menulis, dengan gayanya masing-masing. Hehe. Ketika saya membaca karya mereka satu-persatu, beberapa diantaranya melampaui ekspektasi saya. Dua karya terbaik milik Ramzan dan Prisma bahkan saya nilai layak menjadi juara. Tidak hanya ide dan gagasan mereka yang brilian, mereka bisa mengkritik dengan sangat cerdas dan santun. Kalimat mereka tertata dengan baik dan menghasilkan mutiara-mutiara indah.

Sebelum pulang, lagi-lagi saya melanjutkan obrolan dengan Pak Muhammad Zaini. Kali ini lebih pada cerita tentang dunia kepenulisan. Dari sanalah saya tahu bahwa ternyata beliau juga seorang penulis. Tidak hanya itu, beliau juga punya penerbitan sendiri. Wow! jadi tak salah beliau dipilih sebagai direktur pondok pesantren yang berbasis entrepeneur ini.
Saya dan Pak Muhammad Zaini

Saya juga cerita tentang FLP, barangkali bisa bekerjasama dengan FLP Pasuruan yang digawangi Mbak Ibe dan kawan-kawan. Karena saya melihat potensi mereka yang besar, wajah mereka memancarkan aura-aura penulis masa depan.

Saya senang bisa berbagi di Pondok Pesantren S-Peam ini. Tidak hanya karena bertemu dengan wajah-wajah yang penuh semangat dan optimisme, tapi juga harapan menjulang diantara mereka akan ada yang menjadi penulis sekaliber Sinta Yudisia dan Habiburrahman "Kang Abik" El-Shirazy.
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "S-Peam Pasuruan, Pondok Pesantren Berbasis Entrepreneur"