Tutu Si Telinga Lebar Bagian 7

Tutu mungkin seperti Sinchan. Kalau Sinchan berkepala besar, Tutu bertelinga lebar. Tapi Tutu tidak nakal seperti Sinchan, Tutu baik dan penurut, juga polos. Setidaknya pada seri ke-7 ini. Hehe. Karena jujur, saya baru kenal dan membaca Tutu.

Ada dua cerita dalam komik seri 7 ini. Pertama, cerita Tutu yang belajar membaca dan menulis. Seru banget. Tutu masih belum mengerti bagaimana menggunakan kata ganti "aku", "kamu","dia". Misalnya, Tutu menganggap kamu itu sama dengan ibu. Dia itu sama dengan ayah. Jadinya, ketika dia bertemu temannya, dia bilang "kamu adalah ibu". Kocak habis deh pokoknya.

Cerita yang kedua, tentang ibu Tutu yang mendapat kupon undian. Kupon itu didapat dari mie gelas yang dibeli Tutu. Sejak itu, ibu Tutu menjadi ketagihan membeli barang-barang yang ada kupon undiannya. Ibu Tutu membeli apa saja meski barang itu tidak dibutuhkan dan tidak bermanfaat. "Ibu, itu kan pemborosan?" kata Tutu. Suatu hari, Tutu dan ayah membuat kejutan untuk ibu di momen hari ibu. Ayah membuatkan kue, Tutu mengucapkan selamat hari ibu dan mereka mencium ibu dengan penuh cinta. Sejak saat itu ibu Tutu sadar bahwa hadiah yang paling berharga itu adalah keluarga yang saling menyayangi. Seru, kan?

Komik berwarna ini terbit tahun 2005. Di halaman paling depan dan paling belakang ada iklan minyak cap kapak. Ada juga iklan SMS berhadiah. Lai-lagi hadiah. Hehe. Hadiahnya HP Sony Ericson.

Di bagian akhir setiap cerita, disisipkan pula pesan moral dari cerita. Komik ini cocok untuk dibaca atau didongengkan pada anak. Selain gambarnya yang unik, lucu, dan berwarna, ceritanya juga mengandung hikmah. Anak saya pun suka dibacakan cerita Tutu si telinga lebar ini.

Book Review #59. Review Big Ear Tutu seri 7. PT Citra Sastra Media, C1, 2005. 96 halaman. Selesai baca pada 7 Januari 2015
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Tutu Si Telinga Lebar Bagian 7"