7 Jurus Nikah Muda

Sebenarnya, saya hanya ingin berbagi pengalaman pribadi. Tanpa bermaksud menyalahkan apalagi mengkerdilkan mereka yang berprinsip, harus menikah di usia "matang". Tidak. Tidak sama sekali. Hanya saja saya berpendapat bahwa, jika di usia muda telah benar-benar sanggup menikah mengapa harus ditunda-tunda? jika syarat-syarat nikah itu sederhana mengapa dibikin rumit? bukankah kita semua ingin, kelak dari pernikahan itulah kita memulai kerja-kerja membangun peradaban, mencetak generasi qur'ani?

Berbagai alasan dikemukakan, mulai masalah materi, pekerjaan, orangtua, ketaksiapan calon pasangan, dan lainnya. Dan sebagainya. Meski sebenarnya Al-Quran Surat An-Nur ayat 32 dan hadist-hadist Nabi yang menjamin keberkahan sudah sering didengar, tak kunjung juga timbul tekad untuk segera menikah.

Sementara hatinya terus disibukkan dengan mimpi-mimpi indah pernikahan, bayangan gadis yang dicintainya tak lepas dari ingatan. Galau. Merana. Pernikahan selalu menjadi obrolan utama tapi tak tahu kapan memulainya. Begitu rapuh jiwanya. Semua terjadi karena ia fokus pada hal-hal yang merintangi pernikahan, bukan pada tujuan pernikahan.

Semua bermula dari niat. Niat yang benar yang akan mengokohkan azzam. Memperbarui niat harus dilakukan setiap saat, karena ia bisa tiba-tiba berputar haluan. Sehingga jika niat sudah menjadi tekad, rintangan-rintangan akan dihadapi dengan penuh keberanian. Tentu, juga harus dibarengi dengan ilmu yang cukup, dan terus mendekatkan diri padaNya.

Berikut saya bocorkan beberapa jurus untuk menaklukkan rintangan agar nikah muda tak lagi menakutkan.

1. Pekerjaan dan Penghasilan
    Inilah satu diantara rintangan bagi seorang yang ingin menikah muda. Masalah job. Bagaimana bisa mendapat pekerjaan sementara saya masih kuliah? kalau pun bekerja, bagaimana dengan studi saya?
    Hey! bangunlah! setiap laki-laki yang sudah baligh, sudah tidak ada kewajiban bagi orang tua untuk menafkahinya. Kalaupun mereka memberi, itu adalah sedekah. Sekali lagi, SEDEKAH. Jadi, kemandirian finasial seharusnya sudah dilatih sejak lama.
    Semasa kuliah, saya sudah terbiasa berbisnis dan berjualan; mulai dari bisnis catering, jualan roti keliling, hingga jualan pulsa. Meski tak banyak yang dihasilkan, setidaknya ini adalah latihan. Dan benar, menginjak semester akhir saya mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan lumayan. Waktu itu kemana-mana saya masih pakai sepeda onthel, termasuk ketika kuliah dan bekerja. Kuncinya, bertekadlah untuk mandiri meski masih mendapatkan kiriman yang cukup dari ortu.

2. Meyakinkan Orang Tua
    Ini masih berhubungan dengan jurus pertama tadi. Bagaimana mungkin orang tua akan memberikan izin menikah jika mereka belum yakin anaknya bisa menghidupi anak orang? sangat realistis. Jadi, kita buktikan bahwa kita mandiri baik secara mental dan finansial sebelum kita menyampaikan pada ortu keinginan untuk menikah muda.
    Namun demikian, tidak serta merta orang tua akan mengizinkan. Itulah juga yang terjadi pada diri saya. Sebagai ortu mungkin menginginkan anaknya mapan terlebih dahulu baru kemudian memikirkan nikah. Apalagi jika usianya masih sangat mudah. Tetapi jangan bosan-bosan untuk terus berkomunikasi dengan beliau. Sampaikan kesungguhan, harapan, dan terus yakinkan beliau bahwa kemapanan tidak menjamin sama sekali kebahagiaan dalam pernikahan.

3. Mencari Pasangan
    Saya yakin jika pra-syarat yang telah saya sebutkan; niat, ilmu, dan ibdah, telah dilaksanakan, maka tidak akan ada yang namanya proses pacaran dalam mencari pasangan. Lalu bagaimana mendapatkan pasangan yang diinginkan? silakan dibaca tentang proses pernikahan yang Islami yang sudah banyak di share di media. Saya hanya ingin menggarisbawahi, bahwa sebaiknya ada pihak ketiga yang menjembatani proses ta'aruf kedua calon.

4. Kriteria Pasangan
    Sempat ada guyonan yang lebih tepatnya sindiran, kalau usia masih muda kriteria yang disusun bisa berlembar-lembar, tapi semakin tua kriteria semakin menyusut dan berkurang. Hehe. Setiap manusia pasti mencari yang sempurna, meskipun yang sempurna itu tidak ada di dunia. Berusahalah rasional dan yakin bahwa pasangan kita yang telah ditulis di lauhul mahfudz adalah yang sesungguhnya mencerminkan diri kita. Maka sederhanakanlah kriteria, permudahlah dirimu sendiri jangan mempersulit. Betapa proses untuk saling memperbaiki kekurangan akan dilakukan bersama-sama pasangan, nanti, setelah menikah. Jangan jadikan usia, pekerjaan, apalagi hal-hal remeh menjadi penghalang utama. Kembali ke jurus pertama, tetap luruskan niat.

5. Meyakinkan Calon Mertua
    Ada yang sudah melewati jurus 1-4, tapi kemudian merasa bahwa jurus kelima ini sangat sulit dilakukan. Calon mertua menginginkan calon suami anaknya sudah mapan secara finansial. Meski jurus kelima ini mirip dengan no.2, tapi jika usaha meyakinkan maksimal sudah tidak mempan. Sebaiknya katakan pada mereka, "Baik, terima kasih. Kalau begitu saya akan mencari calon yang lain." Katakan dengan intonasi yang penuh percaya diri dan senyum yang paling menawan. Bagaimana jika sudah terlanjur suka dengan calon pasangan? Ah, kembali pada tiga pra-syarat. Niat. Yakin, bahwa jodoh tak akan tertukar. Cari lagi.

6. Khitbah
    Tibalah kita pada jurus keenam. Khitbah. Setelah proses ta'aruf berjalan lancar, dan kedua orangtua sudah saling meridhoi, segerakanlah khitbah. Khitbah beda dengan tunangan ya. Saat khitbah, usahakan jadwal pelaksanaan akad sudah disepakati. Sebaiknya juga tidak terlalu lama rentang waktunya. Karena kerapkali, godaan di "masa tunggu" itu berat sekali.

7. Menikah
    Inilah jurus terakhir. Janji yang menggucang arsy. Sejak itulah engkau memikul tanggungjawab besar.
    Tak perlu bermewah-mewah dalam perayaan persepsi, keberkahan terletak pada doa-doa yang dipanjatkan oleh teman-teman dan handai taulan.

Tujuh jurus itu harus dibarengi dengan doa dan istikharah tiada henti. Selalu libatkan Dia dalam setiap langkah, mintalah petunjukNya. Maka semoga keberkahan atasmu dan atas kalian, dan Allah berkenan mengumpulkan kalian dalam kebaikan. (@RafifAmir)
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "7 Jurus Nikah Muda"