Hari Ini, Puncak Kerusakan!

"Bagaimana jadinya kamu nanti," kata Rasulullah saw, "apabila golongan wanitamu telah durhaka, pemuda-pemudamu telah berbuat fasiq dan kamu tidak mau berjihad lagi?"

Para sahabat bertanya,"Apakah yang demikian akan terjadi ya Rasulullah?"

"Demi Rabb yang diriku dalam genggaman-Nya, bahkan yang lebih dari itu akan terjadi," jawab beliau.

"Apakah yang lebih dari itu ya Rasulullah?" sahabat bertanya lagi penuh heran.

"Bagaimana jadinya kamu, kalau kamu tidak lagi mengajak kepada yang makruf dan tidak lagi melarang perbuatan yang mungkar?"

Baik, sampai di sini, kita berhenti sejenak. Ini adalah potret saat kepedulian telah hilang dari tengah-tengah kita. Ini telah terjadi sejak lama. Diam adalah jalan aman selama tidak tersangkut-paut dengan perut dan kebanggaan kita. Padahal diam, seringkali adalah kemungkaran itu sendiri.

"Apakah yang demikian akan terjadi ya Rasulullah?" sahabat rupanya semakin dibuat heran.

"Demi Rabb yang diriku dalam genggaman-Nya, bahkan yang lebih dari itu akan terjadi."

"Apakah yang lebih dari itu ya Rasulullah?"

"Bagaimana jadinya kamu, kalau yang makruf sudah kamu lihat sebagai kemungkaran dan sebaliknya yang mungkar sudah kamu lihat sebagai sesuatu yang makruf?"

Oleh karena itu, senantiasa panjatkanlah doa, Allahumma arinal haqqa haqqa warzuqnat tiba'ah, wa arinal bathila bathila warzuqnaj tinabah. Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami bahwa yang benar adalah benar, dan berilah kami jalan untuk mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami bahwa yang batil adalah batil, dan berilah kami jalan untuk menghindarinya. Karena, di saat syubhat semakin merajalela, orang yang gelap hatinya dan jauh dari petunjuk akan mengira bahwa kebaikan adalah keburukan dan keburukan adalah kebaikan. Hanya orang-orang yang mendekatkan diri pada Allah lah yang akan diberi cahaya.

Sahabat tak menyangka, mereka yang mengaku muslim akan melakukan hal seperti itu. "Apakah yang demikian benar-benar akan terjadi ya Rasulullah?"

"Demi Rabb yang jiwaku dalam genggaman-Nya," kata Rasulullah dengan mata kaca,"bahkan yang lebih dari itu akan terjadi."

"Apakah yang lebih dari itu ya Rasulullah?"

Rasulullah menjawab,"Bagaimanakah jadinya kamu, apabila kamu telah memerintahkan orang-orang berbuat mungkar dan sebaliknya orang-orang telah kamu larang berbuat makruf?"

Para sahabat tersentak dan kembali mengulang pertanyaan. Sungguh ini bukan kabar baik. Ini kerusakan yang tak diharapkan. Dan ini telah terjadi. Perhatikan di sekelilingmu, dan kau akan banyak menemukannya; saat menjalankan sunnah dilarang dan bermaksiat terang-terangan didukung bahkan dibela.

"Apakah yang lebih dari itu ya Rasulullah?"

"Nanti Allah akan berfirman," kata beliau shallallahu 'alaihi wasallam dengan menahan perih,"Demi diri-Ku, Aku bersumpah, sungguh-sungguh akan aku timpakan kepada mereka bermacam berupa berbagai bencana, sehingga orang yang paling lembut hatinya akan resah gelisah dan menjadi terheran-heran."

Apakah ini telah terjadi, kawan?

loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Hari Ini, Puncak Kerusakan!"