Di Lembah Sungai Nil Karya Hamka, Si Merah yang Cantik dan Langka

Di Lembah Sungai Nil ini adalah karya Buya Hamka yang cukup langka. 6 tahun dalam jaringan bakul buku online, hanya sekali itu saya melihatnya. Saya bersyukur menjadi pemenang lelang yang diadakan oleh penjual buku kawakan itu. Sebagai pengagum Buya dan karya-karyanya, alangkah bahagianya saya, meski harus merogoh kocek dalam-dalam untuk menebus si "merah" ini.

Entah, ini sudah buku Buya keberapa yang saya koleksi. Setelah melengkapi tafsir Al-Azhar, Sedjarah Umat Islam 4 jilid, Kenang-Kenangan Hidup 4 jilid, Seri tasawuf, Antara Fakta dan Khayal Tuanku Rao, hingga buku biografi-biografi beliau. Saya belum sempat menghitungnya. Bahkan saya juga mengoleksi judul buku yang sama dengan cover dan penerbit berbeda.

Dan ketika seseorang, yang mengaku juga pengagum Buya Hamka ingin membeli Di Lembah Sungai Nil ini, saya merasa sangat berat untuk melepasnya. Meski saya tahu, saya bisa untung besar dengan menjualnya kembali. Rasanya, sulit bagi saya untuk menemukannya lagi dalam waktu singkat. Ibarat jodoh, saya sudah ditakdirkan berjodoh dengan si "merah" ini dan saya tidak akan menyia-nyiakannya, menelantarkannya, apalagi menjualnya pada laki-laki lain. Hehe.

Tapi ia terus datang lewat chat, menawarkan rupiah tujuh digit. Dan saya mulai sedikit tergoda. Hampir saja saya menyebutkan angka mahar yang pas. Beruntung, saya masih bisa mengeremnya kuat-kuat. Saya tak ingin buku berharga ini berpindah tangan, apalagi pada orang yang belum saya kenal dengan baik.

Dan benar saja, saya bersyukur karena tetap mempertahankan Di Lembah Sungai Nil. Karena tiba-tiba saja si calon pembeli ngambek, marah-marah, dan memblokir akun toko buku saya di facebook. Belakangan saya tahu dari teman-teman sesama pelapak online bahwa orang tersebut banyak bermasalah dengan penjual yang lain, terkait sikapnya yang kurang etis. Saya bersyukur buku ini terselamatkan dari orang-orang seperti itu.

NB: Ohya, sampai saat ini saya masih mencari buku Buya yang berjudul "4 bulan di Amerika" dan "Laila Madjnoen" yang masih ditulis denga ejaan Van Ophuijsen. Saya beberapa kali melihat buku itu bergentayangan di lapak buku online, tapi selalu kalah cepat, keduluan yang lain. Jika ada yang memiliki dan mau dijual mungkin bisa ditawarkan ke saya. Terima kasih.
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Di Lembah Sungai Nil Karya Hamka, Si Merah yang Cantik dan Langka"