Empat Rahasia Blue Bird Menjadi Perusahaan Taksi Raksasa

Pernyataan Presiden Direktur Blue Bird, Noni Sri Aryati Purnomo, untuk memberikan pelayanan gratis 24 jam kepada penumpang di daerah DKI Jakarta menjadi viral di media sosial. Layanan ini bukan dalam rangka promosi karena sampai sampai saat ini, Blue Bird telah sukses menjadi perusahaan taksi terbesar di Indonesia. Itu adalah bentuk permohonan maaf Blue Bird karena kejadian demontrasi pengemudi angkatan darat yang berujung anarkis pada hari sebelumnya, Selasa, 22 Maret 2016. Demonstrasi yang menuntut ditutupnya aplikasi transportasi online itu memang banyak melibatkan sopir Blue Bird.

Blue Bird jelas merugi dengan aksi demonstrasi dan mogok massal para sopir, belum lagi beberapa mobil yang dirusak di jalan, tapi mengapa malah memberikan layanan gratis 24 jam? Itulah salah satu bentuk intangible yang telah dibangun oleh perusahaan ini sejak sekian lama. Inilah rahasia mereka bisa menjadi perusahaan taksi raksasa, sehingga ketika saya mengetikkan kata kunci "Perusahaan Taksi" di google, enam di urutan teratas memuat tentang Blue Bird.

Didirikan oleh Ny. Mutiara Djokosoetono tahun 1972, Blue Bird kini telah memiliki lebih dari 20.000 unit armada dengan karyawan lebih dari 30.000 orang. Bagaimana kesuksesan yang begitu manis diraih oleh perusahaan taksi Blue Bird? Berikut saya sampaikan beberapa diantara rahasianya.

1. Menanamkan Nilai Kejujuran
    Salah seorang penumpang Blue Bird bernama Anita pernah bercerita, bahwa ia merasa terharu ketika sopir Blue Bird mengembalikan dompetnya yang tertinggal di dalam taksi. Padahal ia tidak menyadari hal itu. Tapi Si Pengemudi dengan kejujurannya rela berputar-putar di sekitar lokasi Anita turun, mencarinya untuk mengembalikan dompet.
    Perihal kejujuran pengemudi Blue Bird ini pun diakui oleh salah seorang Duta Besar Amerika Serikat, sampai-sampai ia menulis surat yang berisi pujian terhadap Blue Bird dan pengemudinya. Ia pun menganjurkan para stafnya untuk menggunakan Blue Bird tiap kali membutuhkan taksi.

2. Memberikan Pelayanan Terbaik Kepada Penumpang
    Bagi Blue Bird, konsumen harus diperlakukan sebaik mungkin. Ini tidak hanya menyangkut standar pelayanan misalnya membukakan pintu mobil ketika penumpang akan naik, tapi juga sikap ramah dan sopan pengemudia terhadap penumpang. Beberapa kali menggunakan Blue Bird, saya merasa sangat nyaman ketika ngobrol dengan sopirnya.

3. Memperhatikan Kesejahteraan Karyawan
    Di Blue Bird ada semacam penjenjangan. Seorang pengemudi yang sudah senior akan naik pangkat menjadi pembina. Selain itu, para karyawan juga mendapat tunjangan kesehatan, komisi, beasiswa untuk anak mereka, hingga pinjaman lunak. Blue Bird juga mengadakan pelatihan yang bertujuan menanamkan nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, dan kerja keras pada seluruh karyawan.

4. Sikap Empati dan Tanggungjawab
    Dalam konferensi pers, menanggapi aksi demonstrasi yang dilakukan oleh pengemudi Blue Bird, Noni Purnomo menyampaikan, bahwa memang benar terjadi ketidakadilan antara regulasi yang diterapkan pada taksi konvensional dan taksi berbasis online. Namun demikian, menurutnya, ia sudah menyarankan agar semua pengemudi tetap beroperasi. Tapi pada saat itu memang sampai terjadi aksi anarkis. Pengemudi yang gak mau ikut mogok, diberhentikan paksa dan mobilnya dirusak oleh teman-temannya sendiri. Noni mengatakan akan memberikan kompensasi pada pengemudi yang menjadi korban itu.
    Sebagai bentuk tanggungjawab kepada pelanggan dan masyarakat Jakarta, seperti yang saya sampaikan di awal tulisan, Noni juga memberikan layanan gratis 24 jam menggunakan Blue Bird. Sungguh ini menarik, citra Blue Bird yang dirusak oleh beberapa oknum supirnya, berusaha dipulihkan kembali dengan layanan gratis dari perusahaan.

Nama Blue Bird sendiri terinspirasi kisah seorang gadis kecil yang hidup sebatang kara. Suatu malam ia bermimpi dalam tidur lelapnya, ia diminta untuk mencari seekor Burung Biru yang dapat mengantarnya ke dalam kehidupan yang lebih baik. Sepanjang perjuangan si gadis mencari nafkah untuk dirinya, ia menemukan banyak ujian yang mengharuskannya tetap jujur, bekerja keras, dan berkasih sayang pada sesama. Itulah yang mengilhami Djokosoetono dan istri untuk menamakan perusahannya dengan "Blue Bird" artinya Burung Biru. Nilai-nilai kejujuran, kerja keras, dan kasih sayang menjadi nilai utama yang diterapkan dalam perusahaan taksi yang kini sudah menuai sukse ini. (@RafifAmir)

loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Empat Rahasia Blue Bird Menjadi Perusahaan Taksi Raksasa"