Makan Sepuasnya Ala Ayam Bakar Pak "D"

Beberapa kali melewati Jalan Raya Cemengkalang, Sidoarjo, ada mas-mas dan mbak-mbak yang menjulurkan brosur. Ketika saya baca, rupanya promo rumah makan dengan menu spesial ayam bakar. Promonya cukup bombastis, "Makan Sepuasnya", "Es Teh Sepuasnya", dll. Saya pikir ini strategi marketing seperti yang sudah-sudah. Jadi brosur itu tidak saya acuhkan. Sampai kemudian timbul rasa penasaran, ingin menguji sejauh mana kelezatan ayam bakar Pak D itu.

Momentum itu tiba juga. Kebetulan hari itu masih suasana Ramadhan. Entah saya atau istri yang mengajak pertama kali (saya lupa) untuk berbuka puasa di Depot Pak D itu. Kami beli promo paket 2 orang, saya lupa harga pastinya. Kurang lebih sekitar 27.500/porsi, sudah termasuk sayur+tahu sekaligus es teh manis. Kami makan dengan lahap. Entah memang karena enak atau karena perut sangat lapar, hehe. Dalam waktu sekejap nasi yang saya makan sudah ludes.

Nah, karena di promo tertulis "makan sepuasnya", saya berbisik pada istri, "Gimana kira-kira kalo nambah nasi, nih?" dan ternyata memang boleh. Tentu saja dengan satu syarat, harus dimakan di tempat. Es teh manis yang sudah "bocor" tak lupa juga diisi, gratis. Memang benar-benar sepuasnya. Hanya saja, pelayanan agak lambat. Mungkin bisa dimaklumi karena suasana memang sangat ramai, pembelinya membludak.

Begitulah malam pertama kami melewati makan bersama di Depot Pak D. Ayam bakarnya mengingatkan saya pada ayam bakar Pasongsongan, tempat dulu bapak biasa mentraktir saya sewaktu kecil. Bumbunya pas, daging ayamnya juga tidak keras, benar-benar mantap di lidah. Dan saya pun mulai ketagihan. Meski gak sampek sakau sih. Hehehe.

Di kesempatan lain, kami membeli ayam bakar Pak D dengan dibungkus alias dibawa pulang atau bahasa kerennya "di makan di rumah". Kadang beli seekor, kadang beli setengah ekor. Maksudnya bukan beli ekornya thok ya. Kalau seekor itu utuh, kalau setengah ekor ya seekor dibagi dua. Hahaha. Kalau seekor harganya Rp 43.000,- kalau setengah ekor Rp 27.000,-(kalau gak salah). Intinya, kalau buat berbanyak orang, belilah seekor, lebih ngirit.


Sekarang kita beralih, dari sesuatu yang cukup penting dalam perjalanan menikmati ayam bakar Pak D ini, yaitu sambal. Ya, sambal. Sekali-dua kali saya pikir sambalnya sudah standar. Lumayan pas, baik rasa maupun level pedasnya. Tapi terakhir kali membeli, saya agak kecewa karena ada dua sambal yang diberikan. Satu sambal seperti biasa saya rasakan, satu lagi pedasnya tak terkira dan rasanya juga berbeda. Sambal yang terakhir ini sangat menggangu lidah saya. Dan otomatis pula, membuat saya kurang bisa menikmati ayam bakarnya.

Perkara sayur urap dan es teh manis saya kira tidak perlu diperdebatkan.

Ohya, Depot Pak D ini adalah waralaba yang memiliki 7 cabang di Surabaya dan Sidoarjo. Silakan kalau ada yang tertarik bisnis dan investasi produk kuliner ini langsung meluncur ke webnya www.ayambakarpakde.com atau langsung ke kantornya di Surabaya. Seperti yang tertera di gambar di bawah ini.
Marketingnya yang cukup menarik dan unik perlu dipertahankan meski tentu juga perlu dievaluasi kembali. Seperti yang baru-baru ini diluncurkan, bertajuk Customer Loyalty Program. Lewat program promo ini, pelanggan akan mendapat 1 porsi tahu kremes pada pembelian ketiga kali. Sebagai tanda bukti, pelanggan akan mendapat kartu yang akan distempel setiap kali pembelian. Puncaknya, pada pembelian ke-14, pelanggan akan mendapatkan paket lezat gurami. Hmmm... yummy...

Tapi saran saya, program ini harus benar-benar dijalankan dengan konsisten, jangan sampai pelanggan malah kecewa. Semisal, saat pembelian yang keempat, istri saya minta stempel tapi gak dikasi. Kata si pelayan, harus makan di tempat dulu untuk mendapatkan stempel. Tentu saja istri saya protes karena stempel 1-3 gak pernah makan di tempat (selalu dibungkus). Dan akhirnya dapat juga stempel. Bukan masalah stempelnya sih. Tapi konsistensi dan pelayanan terhadap konsumen itu yang harus terus dijaga.

Kira-kira demikian dulu review saya tentang ayam bakar Pak D ini. Mudah-mudahan sambalnya tidak direvisi. Hehehe. (@RafifAmirAhnaf)

loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Makan Sepuasnya Ala Ayam Bakar Pak "D""