40 Hari Mencari Makna

Tak jauh berbeda dengan 40 Hari Mencari Ilmu, Smart Book ini masih mengajak kita membaca sambil berpikir, lewat rangkaian kata dari para tokoh dan penulisnya sendiri.

Dibuka dengan sebuah kutipan dari Plutarch, "Pikiran bukanlah sebuah wadah untuk diisi, melainkan api yang harus dinyalakan." Jika selama ini kita meyakini bahwa membaca ibarat menumpahkan pengetahuan ke dalam akal pikiran, menurut Plutarch sebenarnya lebih tepat sebagai aktivitas menyalakan pikiran. Dengan demikian, seorang pembaca yang baik dan bahan bacaan yang berkualitas akan selalu melahirkan semangat dan ide yang meletup-letup.

Lalu seperti apa buku yang bergizi itu? menurut Hernowo, buku bergizi adalah buku yang berisi pergulatan penulisnya dengan dirinya--apa pun jenis buku tersebut. Bacalah pikiran seorang penulis, dan hindari hanya membaca deretan huruf. (Hal. 43) Begitulah aktivitas membaca yang menghasilkan manfaat luar biasa. Membaca pikiran, lalu melahirkan pikiran baru, kemudian dituliskan dan dibaca oleh orang lain. Terus-menerus seperti itu.

Hal lain, selain pengetahuan, yang akan dapat memberikan kita makna dalam hidup adalah, pengetahuan. Satu ons pengalaman, kata Benjamin Franklin, sama nilainya dengan satu ton teori. Bukan berarti teori tidak penting sama sekali, tetapi Franklin hendak mengatakan bahwa sesungguhnya dari pengalaman kita belajar dua hal sekaligus: teori dan praktek. Semua kreator dan inovator lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mencoba daripada berkutat dengan teori-teori.

Beberapa nama yang menginspirasi Hernowo dalam menggerakan pikirannya dan mengikat makna adalah: Ali bin Abi Thalib, Althaf Gauthar, Pyotr Anokhin, Armahedi Mazhar, Jack Canfield, Chairil Anwar, Mahatma Gandhi, Ignas Kleden, Carl Gustav Jung, dll.

Untuk buku-buku rujukannya antara lain: Use your Head, Aladdin Factor, The Learning Revolution, Master is Faster, dll. (@RafifAmir)

Book Review #72. Review 40 Hari Mencari Makna. Hernowo, C1, 2004. 96 halaman. Selesai baca pada 20 April 2016

loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "40 Hari Mencari Makna"