Agar Hutang Lunas Tepat Waktu

Banyak orang yang stress karena terlilit hutang. Besarnya angsuran hutang yang terkadang tidak seimbang dengan jumlah penghasilan bulanan bikin puyeng tujuh keliling. Akhirnya, jalan pintas pun ditempuh: gali lubang tutup lubang. Meski mereka tahu bahwa cara ini sangat tidak menyelesaikan masalah, malah justru memperpanjang masalah.

Ketika tagihan datang, si pengutang melihatnya seolah sosok monster yang menakutkan. Bahkan tak sedikit yang memarahi "monster" yang menagih haknya. Itulah realita yang terjadi. Ketika hendak berhutang memohon-mohon tetapi ketika ditagih sulitnya minta ampun dan tak jarang kata-katanya melukai perasaan.

Tidak ada yang melarang orang berhutang, tetapi banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan berhutang agar tidak mendzalimi diri sendiri dan orang lain. Banyak hal pula yang harus diperhatikan agar hutang tetaplah menjadi hutang yang harus dilunasi tepat waktu. Ini adalah bentuk tanggung jawab yang tidak boleh dianggap remeh, hatta si pemberi hutang adalah orang dekat atau keluarga sendiri. Sekali omongan kita tak bisa dipegang, selamanya kita tidak akan dipercaya.

Alhamdulillah, selama ini saya tidak pernah bermasalah dengan hutang. Dan rasanya memang plong ketika dapat melunasi hutang tepat waktu. Seolah ada batu besar yang berhasil kita keluarkan dari badan. Tips-tips berikut ini saya susun berdasarkan pengalaman pribadi, referensi yang saya baca, pengalaman orang lain, dan hasil perenungan.

1. Berhutanglah Hanya untuk Kebutuhan Produktif 
    Hindari berhutang tanpa ada kebutuhan yang jelas. Kalau tidak benar-benar butuh sebaiknya tidak mudah berhutang. Jika kebutuhan konsumtif seperti makan, baju, dll sebaiknya menyesuaikan dengan anggaran, belajar berhemat. Itu pun gak akan banyak kalau gaya hidup kita sederhana. Saran saya, berhutang hanya untuk kebutuhan produktif, untuk sesuatu yang dapat menghasilkan uang lagi. Karena dengan uang yang dihasilkan itulah kita akan sanggup membayar cicilan hutang. Misalnya, buat modal buka usaha, buat ikut pelatihan yang kita jadikan modal awal jual jasa, dll. Kalaupun kita gunakan untuk sesuatu yang konsumtif usahakan sekaligus bernilai produktif. Misal, beli mobil sekaligus disewakan. Syukur-syukur dari hasil sewa bisa nutup buat melunasi hutang.

 2. Hindari Riba
     Sebisa mungkin tidak meminjam ke rentenir atau lembaga-lembaga yang bersifat rentenir. Agar uang yang kita peroleh dan kita kelola tetap berkah. Jika berkah maka segala sesuatunya akan mudah dan membahagiakan, namun jika jauh dari keberkahan mungkin itulah yang seringkali kemudian menjadi sumber masalah. Berhati-hatilah.

3. Buatlah Janji Kapan akan Melunasi
    Jika meminjam pada perseorangan, penting bagi kita untuk membuat janji kapan hutang akan dilunasi. Meski mungkin orang yang memberi hutang bilang "terserah" tapi kita harus punya komitmen tangga, bulan, dan tahun apa uang kita kembalikan. Atau kalau dicicil bulanan, setiap tanggal berapa harus bayar. Ini yang harus kita pegang. Seorang yang berintegritas pantang mengingkari janjinya.

4. Tinggalkan Jaminan
    Namun jika tahu, kita termasuk orang yang mudah meremehkan janji, maka tinggalkan jaminan dan buat kesepakatan bahwa jika hutang kita tidak lunas pada tanggal sekian maka barang jaminan itu akan menjadi hak milik pemberi hutang. Buat perjanjian hitam di atas putih. Nilai jaminan harus di atas hutang kita. Sehingga kita berpikir seribu kali untuk menyepelekan hutang.

5. Jumlah Cicilan Hutang Harus Ditinjau Kembali 
    Maksudnya, dipikirkan kembali seribu kali apakah benar-benar yakin bisa membayar cicilan hutang rutin setiap bulan. Harus rasional. Jika penghasilan sebulan 3 juta misalnya, dikurangi kebutuhan pokok tinggal 1 juta, jangan berhutang yang cicilannya mencapai lebih dari 1 juta. Itu namanya bunuh diri. Jangan hanya karena ada peluang lantas berhutang sebanyak-banyaknya. Kecuali untuk usaha, itupun sudah diperhitungkan dengan cermat berapa laba bersihnya.

6. Jual Apapun untuk Melunasi Hutang
    Kalau jualan sesuatu, buat promo yang gencar agar penghasilan bertambah dan hutang bisa lunas. Kalau tak bisa, jual sesuatu yang ada di rumah yang bisa dijual. Mulai dari barang-barang yang kurang dibutuhkan hingga mungkin harus merelakan benda kesayangan. Bagi saya, komitmen dan integritas lebih penting dari materi yang kita kumpulkan atau koleksi di dalam rumah.

7. Berdo'a
    Apa benar dengan berdo'a hutang bisa lunas? iya, tapi jangan cuma berdoa terus-menerus, harus ada usaha sungguh-sungguh untuk melunasi. Inilah doa yang diajarkan Rasulullah saw agar kita bisa melunasi hutang. Kita berusaha dan berdoa, Allah yang akan memberikan jalan dan kemudahan.
    Allahumma Inni a'udzubika minal hammi wal hazan, wa a'udzubika minal 'ajzi wal kasal, wa a'udzubika minal jubni wal bukhli, wa a'udzubika min ghalabatid dayni wa wahrir rijaal. Yang artinya “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kedukaan, aku berlindung kepada-Mu dari lemah dan malas, aku berlindung kepada-Mu dari takut (miskin) dan kikir, aku berlindung kepada-Mu dari banyaknya hutang dan paksaan orang-orang.” bacalah sebanyak tiga kali pada pagi hari dan tiga kali di sore hari. (@RafifAmir)
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Agar Hutang Lunas Tepat Waktu"