Cara Jitu Agar Anak Gemar Membaca

Hal yang paling murah yang bisa kita berikan kepada seorang anak selain pelukan ternyata menjadi hal yang paling berharga: kata-kata (Jim Trelease)
Dalam berbagai kesempatan, beberapa teman bertanya pada saya, "Bagaimana cara membuat anak saya suka membaca?" Dan jawaban saya cukup singkat, "Mendekatkan mereka pada buku." Seperti kata Jim Trelease, bahwa kata-kata adalah sesuatu yang sangat murah yang dapat diberikan oleh orang tua kapan saja.

1. Membacakan Cerita untuk Anak

    Masih kata Jim Trelease, "Setiap kali kita membacakan kepada seorang anak, kita memberikan satu iklan betapa nikmatnya membaca." Dan mengapa harus cerita? karena berdasarkan banyak survey, cerita fiksi adalah yang jauh lebih disukai anak-anak daripada nonfiksi.
    Ketika istri saya hamil, saya sering membacakannya cerita sambil berbaring di atas tempat tidur. Ketika anak saya lahir dan belum bisa apa-apa selain menangis, saya masih membacakannya cerita. Saya terus membacakannya cerita, termasuk novel-novel sastra yang agak berat. Mungkin itu yang menyebabkan ia kini sangat pandai mengolah kata, bahkan terkadang pilihan katanya juga nyastra.
    Di Jepang, ada program wajib bagi orang tua untuk membacakan cerita pada anaknya selama lima belas menit menjelang tidur. Tak heran jika kemudian ornag Jepang rakus sekali terhadap buku. Mereka bisa membaca dimana pun dan kapan pun.

2. Penuhi Rumah dengan Buku

    Riset NAEP melaporkan, kalau semakin banyak materi cetakan (buku, majalah, koran, komik, dll) yang ditemukan di rumah seorang anak, maka semakin tinggi keahlian membaca, menulis, dan matematika si anak. Hal ini juga diperkuat oleh studi Morrow terhadap dua puluh satu kelas taman kanak-kanak yang menunjukkan bahwa anak-anak yang punya minat paling besar terhadap membaca berasal dari rumah dengan buku dan materi cetakan ada di berbagai tempat di rumah itu, bukan hanya di satu atau dua tempat saja. (Read-Aloud Handbook)
    Oleh karenanya, penuhi semua ruangan dengan buku. Kalau perlu ada buku di dapur, di ruang tamu, di meja makan, di kamar mandi, dan lain-lain. Buatkan rak khusus untuk menyimpan buku, yang mudah dilihat dan dijangkau.
    Ini pula yang dulu saya lakukan pada teman saya yang tidak suka membaca. Buku-buku saya biarkan berserakan di kamar kontrakan. Beberapa kali ia datang dengan wajah acuh tak acuh terhadap buku, setelah kunjungan ke sekian sudah mulai melirik dan membaca sekilas. Kemudian mulai meminjam dan Alhamdulillah akhirnya ketularan suka membaca.
    Di rumah saya sekarang juga dipenuhi buku. Karena sekaligus gabung dengan toko buku. Hehe. Ada belasan ribu buku yang disusun rapi di rak, sebagian tergeletak berserakan dan terkadang saya minta bantuan anak saya untuk ikut merapikan. Terutama buku-buku miliknya. Ia juga punya rak khusus untuk menyimpan buku-buku kepunyaannya.

3. Orang Tua yang Suka Baca

    Siapa bilang membaca hanya aktivitas buat anak-anak, dan setelah dewasa aktivitas itu boleh ditinggalkan dengan alasan kesibukan mencari nafkah. Justru orang tua yang memberikan teladan pada anaknya dengan membaca buku setiap hari. Terutama di depan anak-anaknya. Mereka akan melihat, meniru yang dilakukan orang tuanya. Jangan mengharapkan anak gemar membaca sementara orang tuanya gemar melotot di depan televisi. Itu adalah sesuatu yang mustahil. Dan kalaupun terjadi, malulah kita. Sungguh sangat malu pada anak sendiri.
    Ketika saya membaca, tak jarang anak saya pun ikut membaca. Bagus juga kalau ada waktu khusus semua anggota keluarga harus membaca. Ini akan semakin menambah keteladanan dan pembiasaan yang membuat anak semakin keranjingan membaca.

4. Jalan-jalan ke Toko Buku dan Perpustakaan 

    Saya punya teman yang beliau adalah seorang pendidik dan penulis. Setiap akhir pekan, beliau selalu membawa anak-anaknya ke toko buku atau ke perpustakaan. Tidak harus membeli buku, bisa baca-baca gratis sambil refreshing. Dan ternyata, anaknya sukses tidak hanya gemar membaca tapi juga semuanya ketularan menjadi penulis.
    Memang cara ini agak berat jika orang tuanya tidak suka buku. Mungkin mal menjadi tempat yang lebih menyenangkan daripada perpustakaan. Oleh karena itu, perlu ada kesadaran yang penuh tentang betapa pentingnya membaca. Tak peduli tua ataupun muda. Anak-anak atau dewasa.
Baca Juga: Beginilah Serunya Perpustakaan SD Islam Sabilillah
5. Langganan Majalah Anak dan Anggaran Khusus untuk Beli Buku

    Masa kecil saya sungguh sangat menyenangkan bersama buku. Orang tua saya tak pernah lupa membelikan saya majalah anak-anak setiap bulan. Beliau juga membawakan buku-buku dari perpustakaan untuk saya khatamkan. Buku-buku baru juga beliau hadiakan buat saya sehingga membuat saya semakin semangat untuk membaca. Jadilah oleh teman-teman saya sering dijuluki si kutu buku. Lagi-lagi, peran orang tua di sini sangatlah penting.

Sementara lima cara ini, silakan dicoba. Nanti akan saya update jika ada hal lain yang saya lupa sampaikan. Jika ingin menambah wawasan seputar dunia membaca, bisa berkunjung ke blog saya yang khusus memuat tulisan tentang buku dan budaya baca di sini. (@RafifAmir)

loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Cara Jitu Agar Anak Gemar Membaca"