Gunakan "PPS" saat Berkomentar di Medsos

Media sosial seolah telah menjelma menjadi kebutuhan. Sama halnya dengan kebutuhan untuk berbicara, ngobrol, atau berdiskusi di dunia nyata. Orang-orang sangat bebas untuk berkicau, update status, atau memosting foto dan video lalu teman-teman di jejaringnya memberikan respon berupa "like" atau komentar.

Ada komentar dan diskusi yang berlangsung sehat, saling mencerahkan dan menginspirasi, namun tak sedikit pula yang saya lihat dengan mata kepala sendiri bernuansa saling menghujat atau mengucapkan kata-kata yang tak pantas. Dari situlah terkadang berimbas pada rusaknya pertemanan di dunia nyata. Silaturahim menjadi terputus dan kebencian membuncah.

Awalnya mungkin dipicu perbedaan pendapat, perbedaan pandangan tentang sesuatu yang menurut saya, selama tidak berkaitan dengan hal-hal prinsip adalah wajar-wajar saja. Di alam demokrasi, semua bebas mengeluarkan pendapatnya. Tapi seringkali emosi yang tak terkontrol, menyebabkan terlontar tulisan yang merendahkan atau menghina satu sama lain.

Selain perbedaan pendapat, tak jarang juga disebabkan kesalahpahaman yang bersumber dari prasangka dan minimnya pengetahuan atas apa yang dituduhkan. Bisa karena bias informasi, atau memang sengaja ada pihak-pihak yang memancing di air keruh. Orang-orang yang bersumbu pendek alias mudah marah akan cepat bereaksi dengan gegabah tanpa berpikir panjang, menelan semua informasi mentah-mentah.

Oleh karena itulah, ada hal-hal yang harus diperhatikan agar komentar kita di media sosial tidak berubah menjadi cara untuk saling menghancurkan. Karena siapapun, termasuk saya, ketika berkomentar di "ruang publik" nantinya akan dibaca oleh banyak orang. Kalau bertengkar antar tetangga mungkin yang tahu hanya orang sedesa. Tapi kalau di media sosial, bahkan yang tinggal di luar negeri pun bisa tahu.

Baca Juga: Tips Unik Menyadarkan Tetangga yang Zhalim

Jadi, silakan saling berkomentar. Tapi ketika Anda berkomentar setidaknya gunakan PPS. Ini adalah singkatan yang sengaja saya buat untuk mempermudah mengingat. P yang pertama, pelajari kasus atau masalah, usahakan berimbang tak berat sebelah, telusuri akar masalahnya, berikut pendapat-pendapat pihak yang berseberangan. Jangan langsung percaya begitu saja dengan semua informasi yang didapat. Gunakan asas cover both side sehingga kita bisa andil dalam menimbang. Memang butuh waktu. Oleh karenanya perlu kesabaran dan perlu kemampuan untuk menahan diri. Itu lebih baik daripada jauh lebih fatal akibatnya.

P yang kedua, pikirkan pilihan kata yang akan Anda sampaikan, pikirkan juga apa yang perlu Anda sampaikan dan apa yang tidak perlu, tidak semua uneg-uneg Anda harus disampaikan. Ada proses menyaring. Jika Anda menyadari memang ada yang salah, maka tidak serta merta menghakimi dengan kasar. Pikirkan dengan baik dan matang. Inilah uniknya ketika kita berkomentar dengan tulisan. Kita bisa menulis dan bisa kita hapus sebelum tulisan itu diposting. Jadi ada waktu buat Anda untuk merivisi jika memang keliru dalam memilih kata.

S yang terakhir, sampaikan dengan baik, tak perlu dibubuhi caci-maki atau umpatan, berusahalah bijak sebagaimana Rasulullah bersabda. Cacian atau umpatan hanya akan melahirkan kebencian dan sakit hati. Lebih jauh akan merusak persaudaraan. Jika Anda tak bisa untuk menulis dengan sopan dan santun, maka diam menjadi pilihan terbaik. (@RafifAmir)
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Gunakan "PPS" saat Berkomentar di Medsos"