Resep dari Ibnu Jauzi untuk Penyembuhan Penyakit Hati

Semua penyakit dapat disembuhkan. Tidak hanya penyakit lahir, penyakit batin pun demikian. Hanya saja caranya yang berbeda. Jika penyakit fisik disembuhkan dengan mengonsumsi obat-obatan, penyakit batin disembuhkan dengan terapi-terapi spritual.

Buku karya Ibnu Jauzi ini hadir seumpama resep yang diberikan seorang dokter kepada pasiennya. Ia membeberkan dengan ringkas dan padat tentang ramuan-ramuan mujarab untuk berbagai macam pengobatan penyakit hati. Tak hanya itu, penyajiannya disertai kisah-kisah yang sebagiannya adalah penawar itu sendiri, semacam pengantar untuk latihan keras menaklukkan ganasnya penyakit yang merongrong jiwa.

Benar. Penyakit batin lebih berbahaya daripada penyakit fisik. Karena jika resiko dari penyakit fisik yang berat adalah kematian, maka penyakit batin berujung pada pedihnya azab di neraka. Jika sakit fisik menjadi penggugur dosa dan mengantarkan penderitanya masuk surga tentu itu jauh lebih baik daripada penyakit hati yang justru menggugurkan pahala amal-amal kebaikan.

Al-Thibb al-Ruhani ini memaparkan lebih dari 20 penyakit batin akut dan cara penyembuhannya. Mulai dari sifat bakhil, riya, sombong, ujub, dendam, dengki, dan lain-lain. Namun sebelum itu, pada bab pertama, penulis menerangkan bagaimana menangkal agar penyakit-penyakit itu tidak sampai menjangkiti diri.

Secara umum, menurut Ibnu Jauzi, akal yang paling berperan dalam mencegah hadir dan tumbuhnya penyakit-penyakit batin. "Akal, secara substansial, senantiasa memperhitungkan segala akibat, bekerja sesuai kebutuhan dan demi keselamatan. Ia berani meninggalkan sesuatu yang sifatnya sementara demi sesuatu yang abadi. Yakni, meninggalkan kepentingan dunia demi kepentingan akhirat." (Hal. 12)

Untuk pengobatan penyakit batin, seperti bakhil misalnya, Ibnu Jauzi menyarankan agar orang yang menderitanya harus berpikir secara mendalam sampai sadar bahwa seluruh manusia yang miskin adalah saudaranya, bahwa sebenarnya bukan hanya mereka yang bergantung padanya, tetapi ia pun sangat bergantung pada mereka.

Pada yang menderita penyakit dengki, Ibnu Jauzi mewanti-wanti agar senantiasa menyadari bahwa segala yang ditetapkan Tuhan pasti terjadi, tak mungkin diubah atau ditolak. Sadarlah bahwa Zat yang membagi-bagikan rezeki sangatlah Mahabijaksana. Dialah Sang Pemilik Mutlak dan berhak memberi kepada siapa saja. Jadi orang yang menderita dengki seolah-olah menentang kebijaksanaan Tuhan.

Bagi yang suka mendendam, tiada lain jalannya kecuali memberi maaf dengan cara mengulurkan tangan. Ingatlah bahwa dengan memberi maaf selain mendapat pahala juga sebagai bentuk syukur pada Allah yang telah memberikan kebesaran jiwa dalam dadanya. Ia juga harus menyadari bahwa ketika disakiti oleh orang lain terkadang sebagai ujian baginya dari Allah atau tebusan untuk kesalahan dan dosa-dosanya atau Allah hendak mengangkat derajatnya.

Baca Juga: Kisah-Kisah Sakaratul Maut

Itulah sekilas resep yang diberikan oleh Ibnu Jauzi untuk penyembuhan penyakit hati. Tentu dalam buku ini jauh lebih banyak lagi. Termasuk kiat dan kisah-kisah menarik untuk melatih diri menjauhi maksiat dan dekat pada taat.

Book Review #73. Review Terapi Spritual. Ibnu Al-Jauzi, C1, 2014. 152 halaman. Selesai baca pada April 2016
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Resep dari Ibnu Jauzi untuk Penyembuhan Penyakit Hati"