Tiga Langkah Mudah Menulis Buku

Anda tertarik menulis buku? Jangan terburu-buru dulu mengatakan susah. Menulis buku sangat mudah. Gak pake ribet. Hanya perlu tiga langkah saja. Tak peduli apapun latar belakang Anda, tak peduli apapun profesi Anda, tak peduli berapa banyak uang yang Anda miliki. Ikuti langkah-langkah berikut ini dan bersiaplah menyambut kelahiran buku pertama Anda.

1. Menulis Diary (Catatan Harian)
    Kenapa harus dimulai dengan diary? Ya, karena menulis diary bisa dilakukan siapa saja. Menulis diary adalah menulis bebas tentang pengalaman sehari-hari atau ungkapan rasa sedih dan bahagia. Menulis diary bisa dilakukan siapa saja, tak peduli laki-laki atau perempuan. Selain itu, diary hanya dibaca oleh penulisnya sendiri dan hanya penulisnya yang berhak tahu dan membuka isinya, sehingga penulis bebas berekspresi menulis kata apa saja bahkan sesuatu yang bersifat rahasia sekalipun. Dalam langkah pertama ini, yang harus benar-benar diperhatikan adalah konsistensi dalam menulis. Artinya, diary harus ditulis setiap hari. Sesibuk apapun diary harus terisi. Buat komitmen dengan diri sendiri, misal menghukum dengan melakukan sesuatu yang tidak disukai ketika sehari saja tidak menulis diary.

2. Menulis di Blog
    Jika dalam 2-3 bulan sudah berhasil menulis diary setiap hari tanpa putus, saatnya mencoba naik ke langkah yang kedua. Buatlah blog dan menulislah setiap hari. Jadi poinnya masih sama: menulis setiap hari. Hanya saja, ketika Anda menulis di blog tentu tak lagi sebebas ketika menulis diary. Tidak lagi bisa menulis sesuatu yang bersifat privasi secara langsung. Meski sebenarnya Anda tetap bisa menuangkannya dalam bentuk cerpen atau tersirat dalam bentuk puisi.
    Dalam tahapan ini, yang akan diuji adalah kepercayaan diri Anda untuk menulis yang akan dibaca banyak orang. Jadi beralih dari yang tertutup menjadi terbuka. Anda bisa menulis apa saja dalam blog, bebas, tapi ingat tulisan Anda akan bisa dibaca semua orang di pelosok dunia. Tulisan itu akan mencerminkan diri Anda. Tapi tak perlu tegang atau takut, tulislah selama Anda meyakini bahwa yang Anda tulis adalah benar.

3. Menerbitkan Buku
    Tibalah Anda pada tahap terakhir. Tulisan Anda di blog sudah berjumlah lebih dari seratus dalam waku 4 bulan. Cobalah lihat-lihat kembali, tulisan yang mana yang banyak digemari oleh pembaca Anda. Ini bisa dilihat dari jumlah komentar positif, jumlah like dan share. Pilihlah dan kumpulkan tulisan-tulisan yang sejenis. Misalkan cerpen dengan cerpen, artikel Islami dengan artikel Islami. Lalu copas ke Microsoft Word. Kembangkan tulisan itu menjadi beberapa halaman. Jika belum ada 75 halaman, Anda bisa melanjutkan kembali dulu tahap yang kedua yaitu menulis di blog. Setelah terpenuhi, kumpulan tulisan di blog yang telah dikembangkan itu bisa dibukukan. Bagaimana caranya, cobalah kirim ke penerbit atau Anda bisa menerbitkan sendiri dengan biaya yang relatif murah. Sudah banyak sekali jasa penerbitan indie yang dapat mewujudkan impian Anda menulis buku, salah satunya Cahaya Pustaka.

Baca Juga: Mimpi Menerbitkan Buku
   
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Tiga Langkah Mudah Menulis Buku"