Tiga Wasiat H.O.S Tjokroaminoto

H.O.S Tjokroaminoto atau Hadji Oemar Said Tjokroaminoto adalah seorang tokoh besar yang juga pernah menjadi guru sekaligus mertua presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Beliau adalah pendiri Sarekat Islam, seorang orator ulung, dan banyak menginspirasi tokoh-tokoh umat Islam lainnya di kemudian hari.

Sebelum wafatnya, H.O.S Tjokroaminoto mewasiatkan tiga hal: "Berhentilah makan sebelum kenyang; Gunakanlah lima menit tiap-tiap malam untuk membulatkan pikiran; Bagaimana caranya supaya bersih sebelum wudhu?"

Saya mencoba merenungkan tiga wasiat ini, yang meskipun singkat namun merupakan intisari dari keselamatan hidup dunia akhirat. Paling tidak, saya membagi tiga wasiat ini dalam tiga aspek: jasad, akal, roh.

Wasiat pertama, "berhentilah makan sebelum kenyang" sebagai bentuk pengendalian terhadap nafsu duniawi yang merusak. "Makan" tidak hanya dapat diartikan secara makna lahirnya, tapi bisa jadi juga kias, agar manusia tidak serakah pada dunia, selalu berusaha qanaah dan mensyukuri nikmat. Telah kita melihat dengan mata kepala bagaimana keserakahan mengantarkan pada kehancuran.
"berhentilah makan sebelum kenyang"
Berhenti makan sebelum kenyang adalah tanda bahwa hendaknya kita mencintai dunia sewajarnya saja. Kita makan untuk bertahan hidup bukan bertahan hidup untuk makan. Makan yang berlebihan akan mendatangkan penyakit karena sebagian besar penyakit bermula dari perut. Saya sendiri saat makan terlalu kenyang bukannya malah giat beraktivitas, tetapi justru semakin malas, mata mengantuk, tubuh menjadi berat untuk digerakkan. Akibatnya, banyak hal-hal penting yang tidak terselesaikan. Bayangkan, jika ini menimpa pejabat-pejabat negara yang memiliki tugas seabrek untuk mengurusi rakyat.

Wasiat kedua, "gunakanlah lima menit tiap-tiap malam untuk membulatkan pikiran", menurut saya lebih pada ajakan untuk menggunakan akal dengan semestinya, memikirkan masalah sampai pada hakikatnya. Menggunakan lima menit untuk berpikir mendalam bisa menciptakan kebaikan untuk masa yang panjang. Islam pun mengajarkan kepada kita agar senantiasa berpikir, sebagaimana sudah diisyaratkan dengan turunnya perintah "Iqra'" yang pertama kali.
"gunakan lima menit tiap malam untuk membulatkan pikiran"
Kenapa harus malam hari? karena malam terutama menjelang tidur adalah saat yang paling tepat untuk berkontemplasi, tentang apa yang sudah dilakukan semenjak pagi. Kesalahan-kesalahan apa yang sudah diperbuat dan harus diperbaiki, apa saja yang mesti disempurnakan, dan agenda apa saja yang harus dilakukan esok hari. Seorang muslim yang baik tidak senang menyia-nyiakan waktunya meski sedetik pun. Oleh karenanya, ia selalu teratur dan disiplin dalam setiap urusannya.

Lima menit itu singkat, tapi sangat berharga. Dalam waktu lima menit atau kurang terkadang saya menemukan solusi untuk masalah yang cukup rumit. Dalam waktu lima menit atau kurang terkadang saya menemukan ide-ide yang menarik untuk dikerjakan. Jadi lima menit tiap malam untuk membulatkan pikiran tentu cukup mudah kita lakukan, daripada melamun gak jelas atau malah gelisah membolak-balikkan badan.

Wasiat ketiga,"bagaimana caranya supaya bersih sebelum wudhu?", banyak yang mencoba menafsirkan wasiat ini sebagai kesucian batin dan niat. Bersih yang dimaksud bukan bersih secara lahiriyah, tapi bersih hati. Wudhu adalah syarat wajib sebelum melakukan shalat. Dengan demikian, mungkin, yang ingin disampaikan beliau adalah bagaimana menjaga kebeningan hati kita, menjaga ruhiyah kita agar bersih dari "daki-daki" kemunafikan dan kefasiqan.
"bagaimana cara supaya bersih sebelum wudhu?"
Bagaimana caranya supaya bersih sebelum wudhu bisa juga diartikan bersih tubuh. Jadi berwudhu bukan untuk tujuan membersihkan diri melainkan sebagai syarat menghadap Tuhan. Mungkin sebelumnya kita sudah mandi, rapi, dan wangi lalu berwudhu untuk shalat. Atau bisa bisa juga diartikan agar kita selalu memelihara wudhu.


Namun memang, saya lebih cenderung memaknainya secara filosofis. "Bersih" adalah bersih dari penyakit-penyakit batin, bersih dari pikiran-pikiran lainnya, karena kita akan menghadap Allah maka hanya Allahlah yang dihadirkan. Jadi sebelum kita sucikan badan dengan air wudhu, hati kita sudah siap, sehingga shalat pun dapat didirikan dengan khsusuk.

Baca Juga: 6 Sebab Belum Terkabulnya Doa

Ketiga wasiat H.O.S Tjokroaminoto itu singkat namun sangat mendalam. Mengasah akal dan hati serta menjaga kebersihan tubuh adalah mencerminkan pribadi yang selayaknya dimiliki oleh setiap muslim. Tuntunan yang akan mengantarkan pada kedamaian dan nikmatnya iman. Mungkin yang paling mudah dilakukan adalah nomer dua, kemudian nomer satu, tapi nomer tiga akan sangat baik jika mau dicoba. (@RafifAmir)
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Tiga Wasiat H.O.S Tjokroaminoto "