Empat Lelaki yang Mendapat Hidayah

Lelaki pertama, ia sudah sangat mahsyur namanya. Lelaki itu ada seorang lelaki terkuat yang dimiliki Quraisy. Suatu ketika, dalam perjalanan untuk menunaikan hajatnya membunuh Muhammad, ia bertemu seseorang, mengatakan bahwa saudara kandungnya masuk Islam. Maka didatangilah adik tersayang, ditamparlah pipinya hingga berdarah, dan dipungutnya Al-Qur'an. Ia baca permulaan surat Thaha. Diulang-ulang. Bergetar seluruh jiwanya. Merasuk cahaya hidayah ke dalam ruh dan jasadnya. Dan tak butuh waktu lama untuk mengatakan, "Di mana Muhammad? bawa aku padanya! aku akan masuk Islam!". Dialah Umar bin Khattab.

Lelaki kedua, malam hari hendak memasuki rumah seorang perempuan. Tujuannya untuk mengajaknya berzina. Maka dilihatnya dalam rumah itu seorang gadis cantik rupawan sedang bersenandung. Ia amati, ia dengarkan dengan seksama. Rupanya itu bukan nyanyian, itu bacaan Al-Qur'an. Surat Al-Hadid ayat 36: "Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman buat tunduk hati mereka mengingat Allah dan kebenaran yang telah Dia turunkan."  Gemetarlah dadanya, lenyaplah syahwatnya. Tak perlu pikir panjang, ia segera berpaling, melangkahkan kakinya ke Masjid. Ia shalat dan munajat. Sejak malam itu hidupnya berubah total. Lelaki itu bernama Fudhail bin Iyyadh.

Lelaki ketiga, seorang parewa yang cukup ditakuti. Pukul setengah tiga dini hari dikejar sekumpulan massa. Ia melarikan diri dan sembunyi. Sampai datanglah waktu subuh. Didengarnya suara azan berkumandang. Begitu elok dan nikmat terdengar. Meresap ke dalam kalbunya. Dan seketika itu pula hatinya bercahaya. Maka tak berapa lama, sepulang ia ke rumah, pemuda itu meminta kepada ayahnya untuk diantar ke Mekkah. Pulang dari Mekkah ia menjadi ulama besar. Namanya Syekh Muhammad Jamil Jambek.

Baca Juga: Ratu Kecantikan Asal Ceko Mendapat Hidayah

Lelaki keempat, tak banyak yang kenal. Ia tak pernah shalat, apalagi puasa ramadhan. Jarang senyum, hobi begadang dan sempat dicurigai dalam kasus pencurian. Pada pagi yang menjadi tragedi, ia ditabrak saat hendak menyebrang jalan. Gegar otak berat dan kecil kemungkinan bisa diselamatkan. Hampir sebulan di rumah sakit, ia kembali ke rumah. Entah apa yang terjadi. Setelah pulih, ia rajin ke mushalla, bahkan menjadi muazzin di sana. Ramadhan lalu ia tarawih dan puasa. Senyumnya sekarang terasa sangat indah. Laki-laki itu adalah tetangga saya sendiri, sebut saja, Bisri.
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Empat Lelaki yang Mendapat Hidayah"