Sadiq Khan, Walikota London Pertama yang Beragama Islam

Sadiq Khan, seorang muslim keturunan Pakistan, resmi menjadi walikota London, Inggris. Ia berhasil menyingkirkan rivalnya dari Partai Konservatif, Zac Goldsmith, dengan perolehan 57% suara. Tentu ini menjadi angin segar bagi suasana keberagaman di London, mengingat sosok Sadiq Khan dan Partai Buruh yang mengusungnya sangat toleran terhadap Islam. Berbeda dengan Partai Konservatif yang cenderung memusuhi Islam, bahkan dalam kampanyenya terang-terangan menuduh Sadiq Khan mendukung kelompok ekstremisme Islam.

Dalam pidato pertamanya setelah dilantik menjadi walikota, Sadiq Khan berjanji akan memimpin London dengan keterbukaan dan totalitas sebagaimana yang diberikan London kepada keluarganya. Ayah Sadiq adalah seorang sopir bus, memutuskan meninggalkan Pakistan dan tinggal di Tooting. Sadiq sendiri adalah seorang pengacara sebelum terjun ke dunia politik.

Tahun 2008 ia menjabat sebagai Menteri Komunitas dan tahun berikutnya diangkat menjadi Menteri Transportasi. Selama menjabat sebagai menteri, Sadiq dikenal rajin dan disiplin. Ia pun diangkat sebagai anggota Privicy Council atau semacam dewan penasihat kerajaan.

Kemenangannya dalam pesta demokrasi di London adalah bukti bahwa Sadiq Khan, meski seorang muslim, dipercaya oleh masyarakat untuk membawa London menjadi lebih baik. Meski tentu, sosok Sadiq tidak lepas dari kekurangan bahkan menuai kontroversi dari kalangan muslim sendiri.

Sadiq Khan ditengarai mendukung LGBT dan hadir dalam peringatan Holocaust. Entah benar atau tidak, Maimon Herawati, salah seorang muslimah Indonesia yang pernah lama tinggal di London mengatakan track record Partai Buruh yang mengusung Sadiq sangat terbuka terhadap Islam. “Selama tinggal di London, saya rasakan Partai Buruh 'ramah' pada Muslim, dibanding Konservatif yang rasis,” tulis Maimon di akun facebook-nya. “Sewaktu London dipimpin Partai Buruh, Ustadz Yusuf Qardhawi disambut di pintu pesawat. Sebaliknya, di zaman Partai Konservatif, Ustadz Yusuf Qardhawi di-black list,” tambahnya.

Kalaupun pada akhirnya, Sadiq Khan memiliki banyak kekurangan, terlepas dari identitasnya sebagai muslim, memilih yang terbaik dari dua pilihan yang sama-sama buruk adalah sebuah keharusan. Kalaupun tidak dapat mendatangkan maslahat, paling tidak meminimalisir mudharat, kurang lebih begitu kaidahnya. Dan itu yang harus dipegang setiap muslim dalam setiap perhelatan demokrasi. (Rafif Amir)

Dimuat di Majalah SQ Edisi Mei 2016). Bagi yang ingin mendapatkan majalah ini atau menjadi donatur Yayasan Dompet Al-Quran Indonesia (DeQI), sebuah lembaga sosial yang berfokus untuk menyantuni anak yatim penghafal Qur'an, bisa menghubungi saya atau situs resminya www.dompetalquran.org
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Sadiq Khan, Walikota London Pertama yang Beragama Islam"