Bahagia dan Senang

Betapa banyak manusia yang tak bisa membedakan bahagia dan senang. Mereka mengira kebahagiaan itu didapat dari lawakan-lawakan lucu di layar kaca yang terkadang dibawakan sambil mengunyah daging saudaranya. Mereka kira kebahagiaan itu adalah joget sepuasnya diiringi musik dan lirik lagu yang kotor dan nyampah. Mereka kira kebahagiaan itu adalah semua yang ditawarkan layar kaca.

Betapa banyak pula manusia yang mencari "bahagia" versi mereka dengan mengeluarkan banyak uang. Mereka membelanjakan lebih dari separuh harta untuk membeli "kebahagiaan" semu itu. Mereka lupa, bahwa bisa jadi itu adalah awal malapetaka yang akan mengantar mereka pada penyesalan panjang. Mereka menghambur-hamburkan uang untuk membeli semua yang mereka inginkan, untuk melakukan apapun yang membuat mereka tak pernah berhenti tersenyum.

Padahal, sungguh, kebahagiaan itu sangat dekat. Kebahagiaan itu beda dengan senang. Bahagia selalu membuatmu dekat dengan Tuhan. Kedamaian dan ketenangan yang seperti angin sepoi-sepoi di hari siang, yang membelai lembut jiwamu. Yang bahkan jika seseorang akan merampasnya, kau akan mempertahankannya dengan nyawa yang kau punya.

Kebahagiaan hakiki tak pernah membuat gelisah, tak pernah berbuah penyesalan, tak pernah suatu saat menjadikanmu hina, tak pernah mendzalimi manusia lainnya. Kebahagiaan hakiki tak pernah hilang dalam segala kondisi, bahkan meski fisik mengalami penderitaan. Ia tumbuh subur dan memancarkan ketenangan, kedamaian yang tak akan terbeli meski dengan dunia dan seluruh isinya.
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Bahagia dan Senang"