Hati-Hati Memilih Pemimpin

Ada segolongan orang yang memilih pemimpin berdasarkan nafsunya. Mereka memilih karena mendapatkan imbalan harta atau kedudukan. Ada lagi segolongan orang yang acuh tak acuh, memilih abstain karena menganggap semua calon pemimpin yang ada sangatlah buruk.

Semoga saya tidak termasuk ke dalam dua golongan ini. Saya berharap saya berada di golongan yang ketiga, yaitu orang-orang yang memilih pemimpin berdasarkan akal dan hatinya. Mereka adalah golongan orang yang bersungguh-sungguh dalam memilih, berusaha menelusuri profil dan track record semua calon pemimpin yang ada, kemudian melakukan "ijtihad politik" untuk setidaknya-- kalaupun tak ada pemimpin yang dianggap layak-- memilih yang terbaik dari yang terburuk, memilih yang sekiranya paling sedikit mudharatnya.

Mengapa saya tidak memutuskan abstain atau golput saja? karena toh ketika saya golput, tetap ada pemimpin yang akan terpilih nantinya. Tetapi jika saya tidak memilih yang terbaik, bisa jadi yang terpilih nanti adalah yang terburuk dari seluruh calon yang ada. Karena calon yang terbaik itu kekurangan pendukung. Tetapi jika saya sudah bersungguh-sungguh dalam memilih, tapi pada akhirnya tetap yang terburuk yang terpilih, paling tidak saya telah melakukan usaha untuk mengantisipasi agar amanah tidak jatuh ke tangan yang salah.

Rafif, 28 Mei 201
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Hati-Hati Memilih Pemimpin"