Kekasih yang Telah Pergi

Hari ini saya benar-benar kehilangan. Kehilangan salah seorang kekasih di antara ratusan kekasih.
Betapa saya sudah berusaha tidak melepasnya. Menjaganya, mendekapnya. Bahkan sejauh ini, ia menginspirasi saya melahirkan beberapa tulisan. Ia adalah si cantik bergaun hijau muda dengan nama "Asas Keyakinan Agama Kami".
Biarlah saya jelaskan, bagaimana ia sampai bisa berpindah tangan.
Setelah khatam kudedah, kujelajahi, kutadabburi, dan anak-anak kami pun lahir hampir serentak. Seorang teman pecinta Masyumi datang ke rumah, menanyakan perihal apakah saya menyimpan sebuah buku seksi berjudul "Asas Keyakinan Agama Kami". Saya bilang, ada tapi kolpri, alias koleksi pribadi. Meski sudah kulayangkan penolakan berkali-kali, rupanya ia tetap bernafsu ingin membeli. Lalu ia melayangkan rayuan-rayuan mautnya. Hingga membuat saya terharu, ketika mendengar ia akan menjaga si hijau dengan baik. Ia akan mengajarkan seluruh isinya pada siswa-siswi di pesantren. Ia benar-benar memohon dengan ketulusan hati.
Baiklah, kata saya, akan saya pertimbangkan. Ia pun pulang dengan harapan-harapan yang membubung ke angkasa.
Hingga hari ini, saya masih berusaha melengkapi karya-karya dari dua tokoh yang paling saya kagumi: Buya Hamka dan Natsir. Saya tidak tahu, dimana lagi saya akan menemukan si hijau ini. Maka sebelum kuikhlaskan terbang, ku-scan dulu seluruh isinya.
Lalu saya menghubungi calon pemiliknya yang baru. Saya meminta sejumlah mahar. Mungkin bagi orang yang tak dapat menghargai buku, itu adalah mahar yang terlalu "wow" untuk buku setipis 56 halaman, kecoklatan, dan pudar. Tapi bagi saya, nominal itu terasa sangat kecil.
Maka hari yang dijanjikan tiba. Ya, hari ini. Ia datang dengan wajah sumringah, menjemput kekasihku. Tak tahu aku, apakah harus menangis karena merasa kehilangan atau bahagia karena ia berada dalam dekapan lelaki yang saya percaya, saya yakini, tak akan menyia-nyiakannya seumur hidup.
rafif, 22/8/2016
Dan lelaki itu, mulai merayu kekasih-kekasihku yang lain. Tidak! cukup sampai di sini.
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Kekasih yang Telah Pergi"