Kemarahan dan Kebencian Akut

Tanpa sadar, setiap hari kita digiring pada kebencian yang akut. Kebencian pada pemerintah, pada anggota DPR, pada partai politik, pada para pejabat-pejabat yang selalu kita bayangkan perutnya buncit dan memamerkan kegendutannya pada jutaan rakyat yang menangis darah.

Tiap hari kita disulut pada kemarahan yang membakar. Kemarahan pada apa dan siapa saja. Kemarahan yang membuat kita tak sadar bahwa kita telah mengangkat diri kita sendiri menjadi Tuhan. Maka kita merusak, karena menganggap segala yang terserak adalah yang ada di luar kita.

Kita lupa melihat ke dalam diri, kita lupa menjangkau ceruk-ceruk hati kita. Kita lupa menyelami eksistensi diri kita sendiri sebagai bagian dari bangsa yang kita cinta, sebagai manusia, juga sebagai orang yang patut ditunjuk hidungnya atas semua kerusakan di muka bumi! Bahkan seandainya kita mengaku sebagai malaikat yang dikeluarkan dari surga, ada andil kita dalam segala permasalahan yang mencekik bumi.



Kita terlalu terbiasa menunjuk hidung orang lain, seringkali merasa lebih hebat sehingga memvonis tanpa dalil dan pengetahuan. Kemarahan dan kebencian kita yang memuncak lahir karena merasa fisik dan batin kita terganggu. Semakin terganggu semakin buaslah kita. Kita jarang memperhatikan bahwa ada orang yang juga terganggu dengan tingkah kita tetapi mereka memilih diam.



Rafif,19 Maret 2013

loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Kemarahan dan Kebencian Akut"