Asyiknya Membuat Pentol Bakso Lezat di Rumah

Pagi-pagi, istri saya sudah mengeluarkan 3 kg daging sapi dari dalam freezer. Lalu ia memotong-motongnya sampai menjadi agak kecil. Kira-kira seukuran tahu eceran atau mungkin lebih lebih besar sedikit dari itu.

Lalu 3 kilo daging sapi itu diserahkan pada saya untuk digiling di pasar. Lengkap bersama 1 bonggol bawang putih yang tentu saja sudah dikupas bersih, dan 2,5 sendok makan penuh garam dapur yang tentu saja pula sudah dimasukkan dalam plastik kecil. Karena membawa 3 sendok garam berisi garam ke pasar tanpa boleh tumpah, itu adalah sebuah penyiksaan. Hehehe.

Singkat cerita, berangkatlah saya ke pasar dengan ke-pede-an yang dipaksakan. Menuju tukang selip, antri di belakang rombongan ibu-ibu yang melihat saya dengan tatapan tak biasa. Begitu saya coba bertanya, ternyata itu bukan selipan daging tapi khusus kopi, jagung, dan semacamnya. "Kalau daging, di sebelah sana, Mas," kata pak tukang selip, mungkin sambil menahan geli.

Dan sampailah saya pada tempat penggilingan daging yang sebenarnya. Masih harus antri juga. Semuanya ibu-ibu. Saya menyerahkan 3 kilo daging untuk ditimbang, sambil menyampaikan pesan istri, "Tepungnya tiga perempat saja." Si ibu yang sepertinya adalah bosnya hanya mengangguk. 3 kilo daging dan tepung yang berisi entah apa semacam rempah diserahkan kembali pada saya, mengantri untuk digiling dengan mesin.

Kira-kira butuh waktu lima menit untuk menggiling daging, tepung, bawnag putih, garam, dan rempah menjadi satu adonan. Bunyi mesin terdengar sangat bising, air bercipratan di sana-sini, ditambahkan ke dalam daging, sebagian berasal dari es batu berbentuk dadu yang dengan keahlian sang pekerja dilempar begitu saja ke dalam mesin giling.

Sampai rumah, adonan itu langsung dibentuk menjadi pentol bakso. Seru juga, saya dan anak saya membantu istri membuat bulatan-bulatan pentol dengan cara melingkarkan jari telunjuk dan jempol. Segumpal adonan digenggam dan diremas hingga keluar melalui lingkar jari itu. Bulatan itu lalu diambil dengan sendok dan dimasukkan ke dalam panci berisi air, sambil dipanaskan di atas kompor.

Bulatan-bulatan pentol itu akan mengeras dan sama persis seperti pentol bakso yang banyak dijual. Ternyata semudah itu? Saya masih tak percaya. Dari dulu saya mengira membuat pentol bakso itu diperlukan keahlian khusus, kesabaran ekstra, dan waktu yang cukup lama. Saya mendengar bahkan tukang bakso harus lembur tiap malam untuk membuat pentol.

Tapi ternyata, untuk membuat pentol bakso nan lezat itu sangat mudah. Bahkan saya bisa membuatnya sendiri, bahkan anak saya pun bisa meski bulatannya menjadi kecil-kecil dan bentuknya jadi agak lonjong.
membuat bulatan pentol bakso (dari rizroi.blogspot.co.id)

Setelah matang, pentol bakso siap disajikan. Bisa dengan saos atau kecil saja, dibuat camilan penghangat suasana. Atau disajikan bersama kuah bakso yang lezat nan aduhai. Jangan lupa tambahkan bihun, mie, dan apapun yang Anda suka sebagai pelengkap.

Pentol bakso itu, selain saya makan sendiri, bersama anak istri, saya bagikan pada teman-teman di berbagai acara dan kesempatan. Semua mengakui kelezatannya. Beberapa di antara mereka, bahkan ketagihan dan tertarik untuk mencoba.

Asyik, bukan? Pentol bakso bikinan sendiri, dibuat di rumah. Meski dagingnya tetap digiling di pasar. Hehehe.
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Asyiknya Membuat Pentol Bakso Lezat di Rumah"