Memanusiakan Manusia

Hargailah manusia karena pribadinya, bukan karena banyaknya harta. Karena harta yang mereka miliki hanya titipan, seperti halnya juru parkir yang dititipi kendaraan. Jangan pula menghargai manusia karena ketenarannya, karena belum tentu ia dikenal penduduk langit yang jumlahnya jauh lebih banyak dari seluruh umat manusia. Jangan pula menghargai manusia karena jabatan dan kedudukannya, karena jabatan dan kedudukan itu tak bisa mencegahnya dari takdir Tuhan.
Manusiakanlah manusia sebagaimana hakikat ia diciptakan. Tidak untuk berbangga-bangga dengan dunia yang bukan miliknya, tapi melaksanakan tugas, seperti kata WS Rendra, mengolah hidup, dan mengabdi padaNya. Manusia diberi akal untuk berpikir dan hati untuk merasai, maka selayaknya manusia memiliki sikap dan tingkah laku yang terbaik, memiliki pribadi yang membedakannya dengan binatang.
Jika kita salah dalam memberi harga pada manusia di dunia ini, jika kita masih menyanjung-nyajung orang kaya yang bejat akhlaknya, pejabat yang rusak moralnya, artis yang liar hidupnya, maka sebenarnya kita sedang merendahkan martabat kita sendiri sebagai manusia. Kita sedang tidak memanusiakan diri kita sendiri. Atau mungkin kita menganggap diri kita sebagai binatang yang paling beruntung?
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Memanusiakan Manusia"