Mengenal Muhammad

Mengenal Muhammad adalah satu dari puluhan karya tokoh Persis, A. Hassan. Buku ini mengajak kita menyelami dan lebih dekat dengan pribadi Al-Musthafa. Meski tentu, tak akan menjangkau secara sempurna sosok beliau yang luar biasa. Setiap gerak dan desah napas beliau teladan yang tak ada habis-habisnya.

Halaman 1 hingga 40 dari buku ini menyajikan tanya jawab tentang risalah kenabian, sifat-sifat bagi para nabi secara umum, dan lain-lain. Baru pada halaman 41 hingga terakhir dijelaskan secara rinci tentang semua yang melekat pada pribadi agung itu, sang teladan dan junjungan kita.

Tepatnya ada 48 fashal yang dibahas. Mulai dari keterunan beliau, sebab kenapa beliau dinamakan Muhammad, kebersihannya, sifat-sifat tubuh dan tenaganya, tawadhunya, penghormatannya terhadap tamu, kesempurnaan akalnya, keadilannya, bagaimana memimpin selama 23 tahun, ibadahnya, mukjizatnya, dan lain sebagainya. Kita akan coba bahasa beberapa di antaranya.

Tentang haibatnya, ada sebuah kisah. Suatu ketika Abu Jahal bersumpah akan meremukkan kepala Muhammad dengan batu besar saat beliau sedang sujud. Maka ketika waktu yang direncanakan telah tiba, Abu Jahal sudah meraih batu dan hendak melemparkannya pada Rasulullah. Tetapi sesuatu yang ajaib terjadi, tiba-tiba Abu Jahal gemetar ketakutan. Batu itu terjatuh dari tangannya. Ia berkata bahwa ia melihat onta jantan yang belum pernah ia lihat sebelumnya hendak memakan dan melumat dirinya. Ini hanya satu kisah. Masih banyak kisah lain yang menunjukkan haibatnya Rasulullah, bahwa Allah melindungi beliau dari ancaman musuh-musuh Islam.

Baik. Berikutnya adalah tentang kesederhanaan beliau. Beliau enggan bermewah-mewah dan merasa cukup dengan yang sedikit. Seperti yang dikatakan istri beliau, Hafshah: "Kain alas tidur Rasulullah ialah dari bulu dua lapis. Pada satu malam kami jadikan empat lapis. Setelah pagi, Rasulullah bertanya: "Apa yang kamu bentangkan untukku?" Lalu kami sampaikan padanya. Sabda beliau, "Kembalikanlah seperti biasa, karena keempukan menghalangi sembahyangku tadi malam." (Hal 77)

Tentang kemurahan hati beliau, Muhammad SAW, Jabir bin Abdullah berkata, "Tidak pernah orang yang minta sesuatu kepada Rasulullah mendapat jawaban "Tidak ada." Sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad pernah memberi Shafwan seratus onta, seratus dan seratus lagi, sehingga berjumlah tiga ratus. Tetapi kemudian Nabi Muhammad melihat mata Shafwan mengerling pada tempat lain yang penuh onta dan kambing. Nabi bertanya, "Apakah engkau menyukainya?" Shafwan menjawab, "Ya." Lalu kata Nabi, "Semua itu buatmu." Shafwan terharu dan berkata, "Raja-raja tidak akan bermurah hati seperti ini. Tidak seorang pun bermurah hati seperti ini, melainkan ia seorang Nabi." Lalu Shafwan bersyahadat dan masuk Islam.

Mengenai kebenaran yang ia bawa. Orang-orang kafir seperti Abu Jahal berkata,"Saya tidak mendustakan pribadi Muhammad, tapi saya mendustakan agama yang dibawanya." Jadi jelas, tidak ada seorang pun yang meragukan bahwa Muhammad seorang Al-Amin, seorang yang tidak pernah berdusta. Tetapi mereka menolak Islam sebagai agama yang dibawa oleh beliau.

Demikian beberapa kisah dari sosok Al-Musthafa yang diceritakan dalam buku Mengenal Muhammad ini. Semakin kita mempelajari pribadi beliau, semakin tumbuh kekaguman dan cinta kita padanya.

Book Review #86. Review Mengenal Muhammad. A.Hassan. Bina Ilmu, Surabaya. Cetakan 5,1981. 220 halaman. Selesai baca pada Juni 2016 
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Mengenal Muhammad"